Imbas Banjir, Siswa SMPN 24 Samarinda Laksanakan UN dengan Daring

Busam ID
Camat Samarinda Ulu Sujono bersama Lurah Bukit Pinang Eko Purwanto saat meninjau langsung ruang kelas di SMPN 24 Samarinda yang berlumpur. Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Banjir yang melanda SMP Negeri 24 di Jalan Suryanata, Samarinda Ulu, usai hujan deras, Selasa (6/5/2025) sore, tak hanya merendam sekolah hingga satu meter, namun juga menyisakan endapan lumpur tebal. Kondisi ini memaksa pihak sekolah untuk menggelar Ujian Nasional (UN) secara daring.

Wakil Kepala SMP Negeri 24 Samarinda Bambang Mulyadi menjelaskan, banjir mulai melanda sekitar pukul 17.30 Wita.

“Dari beberapa wilayah sudah terlihat mendung. Satpam yang berjaga melaporkan menjelang magrib, air tiba-tiba datang dengan deras dari arah belakang dan depan, sehingga akses masuk ke sekolah tidak bisa dilalui lantaran sudah cukup dalam,” ungkap Bambang saat ditemui di lokasi, Rabu (7/5/2025).

Bambang memperkirakan ketinggian air yang merendam sekolah mencapai sekitar 1 meter dan saat surut menyisakan endapan lumpur yang cukup tebal. “Langkah awal, kami berencana melaksanakan ujian di beberapa ruang yang masih bisa digunakan. Namun, karena lumpur yang cukup banyak, akhirnya kami memutuskan untuk melaksanakan ujian secara daring,” tuturnya.

Keputusan itu pun mendapat respons positif dan persetujuan dari Dinas Pendidikan Kota Samarinda. Bambang merinci, 6 ruang kelas yang sedianya digunakan untuk UN, ditambah ruang sekretariat, ruang panitia, ruang guru, perpustakaan, dan ruang kepala sekolah berlumpur.

“Sejak tahun 2019 sudah mulai banjir. Tahun 2021, setelah ada rehab dan kenaikan lantai, ternyata di sisi lain tidak ada perbaikan, sehingga air dari Bukit Pinang langsung meluncur ke sini. Banjir tahun 2021 adalah yang terbesar,” kenang Bambang.

Ia menambahkan biasanya, pembersihan sekolah dilakukan secara gotong royong oleh guru dan siswa di sela-sela jam pelajaran. Pihak sekolah juga telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah kota (Pemkot).
Senada dengan SMP Negeri 24, Kepala SD Negeri 013 Samarinda Ulu, Dardiansyah, juga melaporkan dampak banjir yang signifikan di sekolahnya. “Dampak banjirnya ada 4 ruangan, 3 ruangan kelas, 1 perpustakaan, dan juga UKS yang terendam,” ujarnya.

Akibatnya, pelaksanaan UN terpaksa dipindahkan ke ruangan guru yang sebelumnya tidak tergenang air.

“Hujan sedikit saja sudah banjir, kadang-kadang seminggu dua kali anak-anak itu diliburkan,. Anak-anak ini bawa sepatu kasihan juga nanti kelasnya kotor, jadi guru-guru selalu gotong royong setiap kali banjir. Harapannya, kami meminta kepada pemerintah daerah supaya diutamakan dulu dipindah atau dibangun yang lebih tinggi lagi karena rasanya tidak tahan juga banjir terus,” keluhnya.

Sementara itu, Ketua Tim Wali Kota Untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, Syaparudin, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dari pihak sekolah terkait banjir yang terus berulang setiap kali hujan deras. “Kondisi ini tidak dapat dibiarkan terus berulang dan memerlukan solusi yang permanen,” tegasnya.

Syaparudin mengusulkan untuk memindahkan kedua sekolah terdampak banjir tersebut. Opsi relokasi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan lahan kosong seluas kurang lebih 4 hektare yang terletak di samping SD Negeri 013 Samarinda Ulu. Lahan tersebut dinilai lebih aman dari risiko banjir sehingga ideal untuk pembangunan fasilitas pendidikan yang baru.
Jika wacana relokasi ini disetujui oleh Pemkot Samarinda, diharapkan proses belajar mengajar di SMP Negeri 24 dan SD Negeri 013 dapat berjalan dengan nyaman dan aman tanpa adanya ancaman genangan air setiap musim hujan tiba. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *