Samarinda, Busam.ID – Inflasi di Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat masih dalam batas aman dan terkendali. Data terbaru menunjukkan posisi inflasi daerah ini lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.
Kepala Biro Ekonomi Setda Kaltim, Iwan Darmawan, menjelaskan inflasi Kaltim baik secara tahunan (year-on-year) maupun akumulasi bulanan (year-to-date) berada di angka yang terkendali. “Akumulasi inflasi kita masih lebih rendah dibanding nasional. Jadi kalau bicara posisi inflasi Kaltim, ini masih dalam kendali,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).
Pemerintah menargetkan inflasi hingga akhir 2025 tetap berada pada kisaran 2,5 persen plus minus 1, dengan batas bawah 1,5 persen dan batas atas 3,5 persen. Baik pusat maupun daerah berkomitmen menjaga inflasi tetap di dalam rentang tersebut.
Iwan menuturkan, komoditas yang dominan memberi andil terhadap inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, bawang merah, ikan layang atau ikan benggol, kopi bubuk, dan rokok kretek mesin. Sedangkan untuk inflasi bulanan, biaya pendidikan, makanan siap saji, serta kebutuhan rumah tangga seperti popok bayi juga tercatat berkontribusi.
Menurutnya, berbagai upaya pengendalian terus dilakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar harga kebutuhan pokok dan jasa tetap stabil. “Sejauh ini kondisi inflasi Kaltim masih so far so good. Bahkan dalam evaluasi nasional, Kaltim tidak termasuk dalam 10 provinsi dengan inflasi tertinggi,” tutupnya.(uca/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


