Foto:
Balikpapan, Busam.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta agar pengguna Anggaran Dana Desa (ADD) tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Penggunaan ADD dapat dipergunakan sebagiannya untuk pengembangan literasi sebagai upaya membangun dan meningkatkan kualitas manusia.
“Sebenarnya banyak juga desa-desa yang saat ini sudah memiliki anggaran dana desa. Jangan penggunaan dana desa tersebut memikirkan untuk yang sesuatu sifatnya fisik. Tapi juga dipergunakan untuk literasi. Hal itu yang kadang-kadang tidak kepikiran. Padahal hal tersebut juga merupakan hal yang penting,” kata Hetifah dalam Sosialisasi Program Pembinaan Literasi Generasi Muda Balikpapan di Hotel Novotel Balikpapan, Minggu (18/6/2023).
Ia menyampaikan, sebagian ADD yang dialokasikan itu bisa dipergunakan sebagian untuk pembangunan literasi di kawasan. Karena anggaran yang diperlukan untuk membangun pojok literasi itu sebenarnya tidak besar, cukup beberapa juta saja. Dengan Rp 10 juta saja sebenarnya sudah cukup bagus.
Selain itu, dalam pengembangan literasi juga harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, sehingga dapat menarik minat generasi muda.
“Program literasi tersebut juga harus mengikuti diantaranya dengan adanya literasi digital, literasi tentang demokrasi, literasi tentang kekeluargaan, literasi budaya yang terancam punah, jadi literasi yang disampaikan itu adalah yang berkembang juga. Karena kalau dulu itu cukup dengan tidak buta huruf kalau sekarang tidak bisa. Sehingga program literasinya harus meningkat untuk menciptakan inovasi dan karya,” ucapnya.
Ia menambahkan, diperlukan metode dalam pengembanhan literasi, agar bisa meningkatkan minat dari generasi muda misalnya di perpustakaan tidak hanya sekedar menaruh buku, tapi juga ada transformasi dengan kondisi zaman saat ini.
“Di perpustakaan sekarang mulai dilakukan cukup beda banget ya misalnya untuk menjadi anggota cukup 5 menit sudah jadi, dan sudah bisa digital,” terangnya.
Ia mengungkapkan, dalam pengembangan literasi, sebenarnya alangkah baiknya kalau ada inisiatif masyarakat di tingkat RT sendiri, tidak harus menunggu dari pusat membuat perpustakaan kecil di lingkungannya yang dapat mendorong peningkatan sumber daya manusia.
“Sebenarnya itu bisa saja di bangun dengan menggunakan dana-dana yang sifatnya alokasi, untuk memberikan stimulus yang biasanya ada di tingkat Kelurahan. Yang bisa digunakan untuk meningkatkan kegiatan literasi di lingkungannya,” pungkasnya. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir








