Samarinda, Busam.ID -Warga yang tengah bekerja mengangkut pasir di pumpukan Jalan Untung Suropati RT 25 Kelurahan Karang Asam Ulu Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu (18/10/2023) pagi sekira pukul 07.30 Wita digegerkan dengan penemuan satu jasad tak dikenal mengambang di Sungai Mahakam.
Saat ditemukan jasad tersebut masih menggunakan pakaian lengkap, berkaos lengan panjang warna merah marun serta celana kain panjang warna cream.
Menurut keterangan Daeng, seorang ABK kapal di sekitar lokasi, awalnya dia mendengar teriakan warga dari tumpukan pasir.
“Saya dengar warga teriak sambil menunjuk ke arah sungai, ketika saya perhatikan ternyata mayat hanyut,” terang Daeng kepada Busam.ID.
Daeng mengatakan, kondisi korban dalam keadaan sudah membengkak dan mengeluarkan aroma tidak sedap.
“Posisi mayat terlentang,” terangnya.
Daeng mengaku tidak mengenali jasad tersebut.
Sementara Ketua RT 25 Karang Asam Ulu, Sukani mengatakan, usai menerima informasi dari masyarakat pihaknya langsung mendatangi lokasi penemuan.
“Saya ke sini untuk memastikan apakah mayat tersebut adalah warga saya, setelah saya lihat ternyata bukan,” terang Sukani.
Sementara itu, Unit Siaga SAR Samarinda, menerima informasi ditemukannya sesosok jasad mengambang di Sungai Mahakam ini, langsung meluncur ke lokasi dan melakukan evakuasi.

Dibantu Unit Inafis Polresta Samarinda, Polairud serta relawan, Unit Siaga SAR Samarinda mengevakuasi jasad tak dikenal itu dengan hati-hati karena kondisinya sudah mulai rusak.
Petugas SAR Gabungan harus memindahkan jasad tersebut ke samping Rubber Boat milik Polairud Polresta Samarinda, agar mudah dalam proses evakuasi.
Anggota Unit Siaga SAR Samarinda, Marno mengatakan, korban diperkirakan meninggal sudah lebih satu hari.
“Diperkirakan sekitar 3 sampai 4 harian meninggalnya,” terang Marno.
Marno mengatakan, untuk identitas korban belum diketahui.
“Identitas nihil tidak ada tanda pengenalnya,” jelasnya.
Usai dimasukkan ke dalam kantong jenazah, jasad tersebut langsung dibawa ke ambulan PMI Kota Samarinda untuk dibawa ke RSUD Abdul Wahab Syahrani guna keperluan visum ataupun autopsi.
(Zul)
Editor : A Risa


