Samarinda, Busam.ID – Kasus bunuh diri di Kalimantan Timur terus menjadi perhatian pemerintah provinsi. Hingga akhir Agustus 2025, tercatat sekitar 40 orang mengakhiri hidupnya, dengan Kota Samarinda menjadi daerah penyumbang terbanyak.
“Kota Samarinda termasuk kota yang memberikan kontribusi terbanyak orang yang bunuh diri,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, Rabu (10/9/2025).
Untuk merespons kondisi tersebut, kini tersedia layanan hotline Pujasera, yang dirancang untuk memberikan dukungan bagi individu yang mengalami kecemasan, depresi, atau ide untuk mengakhiri hidup.
“Mari kita manfaatkan layanan ini, semoga terus berkembang dan tim bisa terus bergerak untuk membantu masyarakat,” ucapnya.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSJD Atma Husada Mahakam, Fauziah Andriyani, menambahkan, layanan ini tidak hanya sebagai tempat curahan hati, tetapi juga menyediakan intervensi, terapi, dan perawatan lanjutan bagi yang berisiko tinggi. Masyarakat bisa mengakses Pujasera 24 jam melalui telepon atau WhatsApp di 0811-5800-8887.
“Jadi kami lebih seperti menjadi teman curahan hati orang-orang yang mengalami kecemasan atau mengalami depresi yang akhirnya muncul keinginan untuk mengakhiri hidupnya,” tuturnya. (uca/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


