Kasus TB Tinggi, Dinkes Percepat Penanganan

Busam ID
Ismed Kusasih. Foto by Uca/Busam.Id

Samarinda, Busam.ID – Kecamatan Palaran Kota Samarinda termasuk wilayah kasus tuberkulosis (TB) tertinggi di Samarinda. Data Puskesmas setempat mencatat 50 warga terinfeksi TB sejak Januari hingga Oktober 2025, dan 40 di antaranya masih menjalani pengobatan, termasuk TB anak dan TB resistan obat.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda merespons temuan tersebut dengan memastikan penanganan TB tetap menjadi program prioritas di semua wilayah, termasuk Palaran. Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih mengatakan, TB merupakan penyakit yang wajib ditangani melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM), sehingga upaya penemuan dan pengobatan dilakukan menyeluruh.

“TB ini menjadi mandatory dalam SPM. Penemuan kasus di Samarinda tahun lalu bahkan di atas 70 persen, dan itu yang terus kita dorong,,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).

Menurut Ismed, percepatan penanganan sangat didukung oleh kader TB dari Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) yang tersebar di seluruh kecamatan. Mereka aktif menelusuri warga bergejala dan mengarahkan pemeriksaan ke puskesmas.

Selain itu, Dinkes juga melakukan Active Case Finding (ACF) atau penelusuran langsung ke permukiman dengan dukungan Bank Dunia. Kerja sama dengan klinik swasta juga diperluas untuk meningkatkan cakupan skrining. Ismed menyebut TB kini menjadi program prioritas nasional, sehingga percepatan penanganan akan terus dijalankan.

“Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati. Itu kunci menghindari komplikasi,” tuturnya. (uca)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *