Samarinda, Busam.ID – Program Keluarga berencana (KB) tidak hanya mengatur jarak kelahiran, tapi juga membantu menurunkan risiko stunting pada anak. Plt Kepala Bidang KB DPPKB Samarinda, Abida Lepong menjelaskan, program tersebut penting agar setiap anak mendapat perhatian dan gizi yang cukup sejak lahir.
“Kalau seorang ibu tidak ber-KB setelah melahirkan, bisa saja 4 bulan kemudian kembali hamil. Kondisi ini berisiko mengurangi perhatian, kasih sayang, dan gizi anak, sehingga memicu stunting,” ujar Abida, Jumat (12/9/2025).
Abida menyebut KB mencegah “4 terlalu”: terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering, dan terlalu banyak anak. Bidan Eko Wijiastuti dari Klinik Enug menambahkan KB juga penting untuk mencegah stunting.
Anak balita bisa gagal tumbuh jika kekurangan gizi kronis, sering sakit, dan kurang mendapat stimulasi sejak 1.000 hari pertama kehidupan. Balita seperti ini biasanya bertubuh pendek, lebih rentan sakit, dan perkembangannya terganggu.
Di Samarinda, angka stunting berhasil ditekan dari 23,4 persen pada 2023 menjadi 20,3 persen pada 2024, turun hampir 3–4 persen. “Dengan KB, anak punya waktu lebih lama untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan nutrisi yang cukup sebelum adiknya lahir. Itu penting sekali untuk mencegah stunting,” tuturnya. (uca)
Editor: M Khaidir


