Samarinda, Busam.ID– Kondisi ruas jalan Simpang Perdau – Malembak – Sangkulirang di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memerlukan perhatian serius. Banyak segmen ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Kerusakan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya cuaca ekstrem, usia jalan yang sudah lama, serta meningkatnya volume dan beban kendaraan yang melintas setiap hari.
Tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur pun memprioritaskan penanganan pada titik-titik dengan tingkat kerusakan paling parah.
Fokus utama diarahkan pada ruas yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.
PPK 2.3 BBPJN Kaltim, Musa Partogi, menjelaskan bahwa proses perbaikan saat ini terus berjalan dengan mengedepankan standar teknis yang berlaku.
“Pekerjaan perbaikan badan jalan dilakukan sesuai spesifikasi standar. Saat ini progresnya sudah mencapai sekitar 50 persen,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan selama proses pengerjaan berlangsung, mengingat kondisi badan jalan yang rusak hampir mencapai setengah dari lebar jalan.
“Selama perbaikan, kami minta pengguna jalan lebih berhati-hati karena sebagian badan jalan masih dalam kondisi rusak dan dalam tahap penanganan,” tambahnya.
Untuk mendukung keselamatan di lapangan, berbagai rambu peringatan telah dipasang di area pekerjaan, seperti garis pembatas (police line) dan safety cone. Selain itu, alat berat seperti truck mixer dikerahkan guna menjaga kualitas beton tetap optimal, sementara dump truck terus menyuplai material ke lokasi.
Seluruh pekerja juga dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan kerja sebagai bagian dari standar operasional dalam proyek tersebut.
Perbaikan ini diharapkan dapat segera meningkatkan kualitas jalan serta menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di wilayah Kutai Timur.(Adit)
Editor: M Khaidir


