Samarinda, Busam.ID – Pengelolaan limbah sejumlah gerai Mie Gacoan di Samarinda menjadi perhatian setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan buangan limbah yang mengalir ke saluran parit.
Komisi III DPRD Samarinda bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gerai dan menemukan sisa buangan berupa minyak dan lemak dalam jumlah cukup banyak di tempat penampungan limbah.
“Tadi kita lihat sendiri sisa buangan minyak dan lemaknya cukup banyak. Pihak manajemen menyampaikan penyedotan dilakukan setiap hari, bahkan 1 sampai 2 kali,” ujar Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, usai sidak, Kamis (5/3/2026).
Namun menurutnya, DPRD tidak bisa memantau secara langsung apakah penyedotan itu benar dilakukan secara rutin.“Kita akan panggil pihak manajemen ke kantor untuk memastikan teknis IPAL mereka lengkap dan benar-benar berfungsi,” katanya.
Sementara, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Samarinda, Agus Mariyanto mengungkapkan, temuan serupa tidak hanya terjadi di 1 lokasi. “Kalau yang DLH temukan hampir semua 3 gerai yang ada di Samarinda itu kondisinya hampir sama,” jelasnya.
Ia menilai fasilitas yang saat ini disebut manajemen sebagai IPAL di beberapa lokasi belum sepenuhnya berfungsi sebagai instalasi pengolahan limbah. “Kalau kami lihat itu sebenarnya lebih seperti kolam penampungan saja,” katanya.
Karena itu DLH meminta agar saluran yang berpotensi mengalirkan limbah ke parit segera ditutup dan limbah ditangani melalui penyedotan sementara sambil menunggu perbaikan sistem pengolahan. Dalam jangka panjang, manajemen diminta memasang grease trap di dapur untuk memisahkan minyak dan lemak dari air limbah.
DLH juga telah memanggil manajemen pusat Mie Gacoan, mengingat seluruh perencanaan pembangunan dan sistem pengolahan limbah ditentukan dari pusat.“Mereka menyampaikan komitmen akan membangun IPAL baru, tapi mereka meminta waktu sampai bulan Juni,” tutupnya.(uca)
Editor: M Khaidir


