Samarinda, Busam.ID – Biasanya main terjun bebas ke sungai, Nur Hayyun (13) bocah Jalan Pinang Dalam RT 22 Desa Sangatta Utara Kecamatan Sangatta Utara Kutai Timur, Selasa (28/12/21) dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai usai melompat dari atas Jembatan Masabang.
Cuaca hujan petir yanag melanda sebagian besar wilayah Kaltim, tak ayal memicu arus sungai mejadi lebih deras dari biasanya, di samping debit air yang bervolume makin besar. Berdasarkan laporan Badan SAR Nasional (Basarnas), bocah tersebut dikabarkan tenggelam di sungai yang berada di kawasan Pasar Sangatta sekitar pukul 15.00 Wita atau pukul 3 sore, pada saat bermain bersama teman sebayanya.
“Awalnya dia lompat, tapi karena sungai terlalu deras arusnya akhirnya dia hanyut terbawa arus dan tidak terlihat lagi,” terang Kepala Basarnas Kelas A Balikpapan Posko SAR Kutim Melkianus Kotta melalui keterangan tertulisnya, Selasa (28/12) malam.
Melkianus menjelaskan, sempat ada saksi mata di lokasi kejadian yang melihat korban melambaikan tangan untuk meminta pertolongan. Namun nasib buruk menimpa Nur Hayyun hingga korban terus terseret derasnya arus sungai.
“Jadi anak ini memang tidak bisa berenang,” terang Topan, salah seorang warga di TKP kepada tim Busam.ID melalui sambungan telpon.
Usai menerima informasi, sekitar pukul 18.30 Wita Basarnas Posko SAR Kutai Timur segera bergegas membawa peralatan dan melakukan pencarian. Tidak hanya Tim SAR Basarnas, para relawan dari TNI AL, Tim Rescue KPC, PMI Kutim, masyarakat hingga Ormas Gagak Bersatu terlibat dalam pencarian terhadap korban.
Hingga kabar ini diberitakan Rabu (29/12/21), Tim SAR dan relawan masih terus melakukan pencarian terhadap korban. (mm/an)








