Samarinda, Busam.ID – Musibah tanah longsor kembali terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo, RT 26, Gang Batu, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir. Longsor yang diduga dipicu oleh hujan deras semalaman ini menimpa 2 lokasi dan menyebabkan kerusakan pada dua unit rumah warga.
Menurut keterangan Ketua RT 26, Littu, longsor terjadi sekitar pukul 04.00 Wita, Sabtu (4/10/2025) dini hari, menyebabkan 1 rumah tertimpa material tanah dan pondasi yang meluncur. Akibatnya, atap bagian belakang rumah mengalami kerusakan signifikan.
Sementara itu, rumah kedua juga terdampak parah, di mana dinding dapurnya dipenuhi material lumpur dari tebing di sekitarnya.
“Ini untuk tadi malam ada hujan, lama. Makanya ini kejadian longsor lagi nih. Jadi sampai sekarang masih hujan, jadi kita enggak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang. Jadi tunggu hujan reda dulu baru kita bisa ngambil tindakan,” jelas Bapak Lituh menekankan pentingnya keselamatan karena risiko longsor masih tinggi.
Ia menambahkan kedua rumah yang terdampak mengalami kerusakan di bagian dapur yang tertimpa longsor. Kerusakan lain termasuk pipa PDAM yang juga rusak di area seberang. Kekhawatiran terbesar warga saat ini adalah potensi longsor susulan.
“Yang dikhawatirkan warga itu kalau longsor susulan, rumah warga itu bisa roboh,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota TRC BPBD Samarinda, Ferry Fahreza, mengonfirmasi timnya telah menerima laporan terkait bencana ini.
“Untuk di Samarinda Seberang, sementara ini ada tiga laporan. 2 laporan di RT 26 dan 1 laporan di RT 6. Untuk sementara kita di RT 26 itu ada 2 lokasi. 1 lokasi itu berdampak 1 rumah,” ujar Ferry.
Ferry menjelaskan lokasi kedua longsor di RT 26 hanya berdampak pada halaman belakang rumah, namun ia mencatat adanya sedimentasi dan volume material yang cukup besar.
“Jadi kemungkinan ke depannya akan kita lakukan koordinasi terlebih dahulu pada instansi terkait. Karena kita mengingat akses jalan yang cukup sulit,” pungkasnya, menandakan bahwa upaya penanganan lebih lanjut akan dikoordinasikan mengingat medan yang menantang.
Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut. (zul)
Editor: M Khaidi


