Samarinda, Busam.ID – Tren HIV di Samarinda menunjukkan kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) masih menjadi yang paling terdampak. Fenomena serupa juga terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
“Data yang ada menunjukkan kelompok LSL menempati posisi tertinggi kasus HIV di Samarinda,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, dr. Ismid Kusasih, Jumat (12/9/2025).
Meski LSL mendominasi, HIV kini mulai ditemukan di kalangan umum, termasuk ibu rumah tangga yang terdeteksi positif setelah skrining rutin.
Ismid menekankan pentingnya skrining untuk mengetahui kondisi sebenarnya di masyarakat. “Kalau di Samarinda terlihat banyak, itu karena kita aktif melakukan skrining sehingga datanya terlapor. Itu sebabnya HIV dimasukkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) agar semua daerah wajib menanganinya,” tambahnya.
Hingga pertengahan 2025, skrining terhadap 20 ribu warga menemukan 223 orang positif HIV, 220 di antaranya sudah aktif menjalani pengobatan. Tahun sebelumnya, dari 47 ribu orang yang disaring ditemukan 527 orang positif. Saat ini, sekitar 2.000 pasien HIV di Samarinda rutin mendapat terapi.
“Kalau sudah AIDS, imunitas tubuh habis dan risiko kematian tinggi. Jadi kuncinya skrining, jangan takut periksa. Kerahasiaan pasien pasti kami jaga,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


