Balikpapan, Busam.ID – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) atau PDAM membentuk tim khusus untuk menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). Langkah ini ditempuh guna meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus transparansi layanan air bersih di Balikpapan.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan, tim tersebut diberi nama Tim Pengendalian NRW. Ia menilai pembentukan tim ini telah menunjukkan hasil positif berdasarkan laporan awal dari ketua tim.
“NRW itu ada 2, fisik dan nonfisik. Biasanya kesalahan lebih banyak di nonfisik, seperti pencatatan. Kalau pencatatannya rapi dan datanya akurat, hasilnya akan terlihat,” ujar Yudhi, Senin (22/9/2025).
Ke depan, PTMB berencana mengintegrasikan seluruh data distribusi air bersih agar dapat diakses secara terbuka oleh publik. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui kondisi layanan air bersih setiap hari, termasuk potensi kebocoran maupun kekurangan pasokan di wilayah tertentu.
“Data itu nanti bisa dibuka. Masyarakat dapat melihat berapa liter air bersih yang tersalurkan setiap hari, di mana terjadi penurunan, dan apa penyebabnya. Harapannya, masyarakat juga ikut melakukan pengawasan,” kata Yudhi.
Melalui upaya ini, PTMB berharap tingkat kehilangan air dapat ditekan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan layanan air bersih di Balikpapan.
Yudhi menambahkan, cakupan layanan air bersih di Balikpapan saat ini telah mencapai 77 persen. Selama ini, perhitungan cakupan menggunakan standar satu sambungan rumah (SR) untuk tiga jiwa. Namun, ia menilai standar tersebut membuat konsumsi air tampak terlalu tinggi, yakni sekitar 288 liter per jiwa per hari.
“Kalau kita pakai parameter satu SR untuk lima jiwa, hasilnya lebih sesuai dengan standar kebutuhan air di perkotaan, yaitu 150 sampai 170 liter per jiwa per hari,” jelasnya.
Menurutnya, perhitungan dengan parameter lima jiwa per SR juga digunakan untuk layanan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Karena itu, ia menegaskan cakupan layanan 77 persen sudah cukup representatif.
“Rasanya tidak mungkin kalau hampir separuh warga Balikpapan belum mendapat layanan air bersih. Usulan ini juga sudah kami sampaikan dalam forum Perhimpunan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi),” tuturnya. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


