Samarinda, Busam.ID – Sejumlah pedagang Pasar Pagi Samarinda memasang terpal dan paranet secara mandiri untuk mengantisipasi masuknya air hujan ke dalam gedung pasar. Langkah ini dilakukan setelah hujan deras, Jumat (30/1/2026) sore, dan menyebabkan air masuk melalui saluran pipa dan mengganggu aktivitas berjualan.
Peristiwa tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial, memperlihatkan air mengucur dari pipa saluran pembuangan di bagian dalam gedung. Akibat rembesan dan tempias hujan, sebagian pedagang memilih menutup lapak lebih awal untuk menghindari risiko kerusakan barang dagangan.
“Ini inisiatif kami sendiri. Kalau hujan atau panas kami tidak bisa berdagang,” ujar salah seorang pedagang pakaian di Lantai III Pasar Pagi, Kholif, Minggu (1/2/2026).
Ia menjelaskan, di beberapa titik pedagang melakukan iuran bersama untuk membeli perlengkapan tersebut. Selain meredam tempias hujan, paranet juga digunakan untuk mengurangi paparan panas matahari sore yang dapat merusak kualitas barang dagangan.
Menjelang Ramadan, pedagang berharap pengelolaan bangunan pasar dapat terus ditingkatkan agar aktivitas ekonomi berjalan lebih optimal.
“Harapannya segera diatasi. Kalau ada gangguan begini kami tidak bisa maksimal jualannya,” tuturnya.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, saat dikonfirmasi Busam.ID Senin (2/2/2026) menyatakan telah berkomunikasi dengan kontraktor untuk penanganan awal dan pengondisian akan segera dilakukan.
“InsyaAllah bulan ini mulai dikerjakan. Kami temukan adanya tissu dan gelas-gelas aqua di saluran pipa dari lantai atas, mungkin ada yg buang sampah dari lantai atas. Besok kami umumkan agar sama-sama mencegah hal tersebut terjadi,” tuturnya. (uca)
Editor: M Khaidir


