Samarinda, Busam.ID – Pembangunan fasilitas insinerator di Kota Samarinda terus dikebut. Dari total 10 titik yang direncanakan, 4 di antaranya kini sudah mencapai progres antara 60 hingga 80 persen.
“4 titik sudah antara 60 sampai 80 persen. Ada yang tinggal memasang atap, ada juga yang masih di bagian bawah bangunan,” ucap Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Suwarso, Rabu (8/10/2025).
Sementara 1 titik lainnya, kata dia, terpaksa dipindahkan dari lokasi awal karena terlalu dekat dengan area sekolah di SMPN 38 Samarinda. “1 unit kami geser karena jaraknya terlalu dekat dengan sekolah. Jadi harus benar-benar clear and clean,” jelasnya.
Suwarso menambahkan, aspek jarak dan keamanan menjadi perhatian utama dalam pembangunan insinerator ini. Meskipun teknologi yang digunakan telah dilengkapi sistem penyaring emisi, penempatan lokasi tetap harus memperhatikan jarak dengan pemukiman warga.
“Walaupun emisinya dikelola, tapi tetap ada empat bak penyaring untuk menampung asap dan emisi karbonnya,” terangnya.
Ia memastikan seluruh titik siap dibangun, dan ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2025. “Prinsipnya sepuluh titik sudah siap, dan sesuai jadwal, Desember sudah berjalan,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


