Balikpapan, Busam.ID – Di tengah maraknya pusat perbelanjaan modern, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan justru berupaya menjaga eksistensi pasar tradisional sebagai ruang transaksi rakyat. Salah satu langkah nyatanya adalah akan merevitalisasi Pasar Inpres Kebon Sayur yang dijadwalkan tahun depan, 2026.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar, menegaskan revitalisasi pasar menjadi bagian penting dari strategi kota dalam mempertahankan fungsi ekonomi rakyat yang merata dan inklusif.
“Pasar tradisional adalah urat nadi ekonomi masyarakat. Kami ingin memastikan tempat ini tetap hidup dan nyaman digunakan, sekaligus bersaing dengan pusat perbelanjaan modern,” ujar Haemusro, Senin (14/3/2025).
Ia menjelaskan, sejak 1980, hanya satu pasar yang berhasil direvitalisasi penuh, yakni pada 2023 melalui pembangunan bertahap per blok. Tahun ini, proyek berlanjut ke Blok D di kawasan Pasar Kelandasan, lalu menyusul Pasar Pandan Sari dan pasar-pasar besar lainnya.
Dengan revitalisasi, Pemkot berharap pasar-pasar rakyat tetap menjadi pilihan utama warga, sekaligus menjaga keseimbangan antara perkembangan modern dan keberlanjutan ekonomi lokal. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


