Balikpapan, Busam.ID – Program penanganan banjir dipastikan tetap akan menjadi prioritas utama meskipun terjadi pemangkasan anggaran cukup besar. Komitmen tersebut sejalan dengan visi Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dalam mengatasi persoalan banjir yang masih menjadi tantangan utama kota.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H Yusri mengatakan, pemangkasan anggaran berdampak pada sejumlah program pembangunan infrastruktur. Salah satunya, rencana pembangunan rumah sakit di wilayah Balikpapan Timur kemungkinan belum dapat direalisasikan pada tahun 2026.
“Tahun depan mungkin tidak bisa karena pemangkasan anggaran cukup besar. Ada beberapa kegiatan infrastruktur yang tidak bisa berjalan, contohnya rumah sakit di Balikpapan Timur,” ujar Yusri, Senin (13/10/2025).
Ia menjelaskan, pemangkasan terjadi akibat berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Dari total sekitar Rp1,8 triliun, sekitar 70 persen mengalami pemotongan.
“DBH kita banyak dipotong, begitu juga TKD. Dampaknya cukup besar, sehingga anggaran fisik diarahkan hanya untuk kegiatan yang benar-benar prioritas,” ujarnya.
Meski demikian, DPRD bersama pemerintah kota sepakat untuk tetap menjalankan program penanggulangan banjir. Menurut Yusri, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana yang kerap terjadi saat musim hujan.
“Anggaran fisik difokuskan pada kegiatan utama yang berkaitan dengan visi Wali Kota. Penanganan banjir tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Yusri berharap efisiensi dan penyesuaian anggaran yang dilakukan tidak menghambat pelaksanaan proyek pengendalian banjir yang telah direncanakan. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program tersebut agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


