Pihak Keluarga Ikhlas dan Tidak Melanjutkan Pencarian Buaya Pemangsa Burhan

BusamID
Unit SAR Gabungan saat mengevakuasi jasad Burhan (32) pria yang dilaporkan hilang disambar buaya Selasa (7/2/2023) malam. Ft. Basarnas Balikapapan

Kutim, Busam.ID – Keluarga korban disambar buaya di Sungai Manumbar Kutim, sudah mengikhlaskan sebagian anggota tubuh Burhan (32) yang hilang disambar buaya pada saat memancing Selasa (7/2/23) lalu, terkubur dalam perut reptil ganas itu.

Burhan yang hilang disambar buaya, beberapa hari kemudian mayatnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tanpa kepala dan tangan kiri juga kaki kanan hilang.

Koordinator Pos SAR Kutim Aurelius Godja pada Rabu (15/2/2023) sore, dikonfirmasi media ini perihal sikap keluarga korban terhadap pencarian sisa anggota tubuh korban. Menurut Godja, pihak keluarga korban sudah tidak berniat meneruskan pencarian buaya yang memangsa keluarganya. Dengan demikian, keluarga korban sudah mengikhlaskan sebagian anggota tubuh Burhan terkubur dalam perut buaya.

“Iya mas, keluarga pasrah dan tidak melanjutkan pencarian buaya pemangsa tersebut,” terang Godja Rabu (15/2/2023) siang.

Ditambahkan, meski dalam kondisi tidak utuh, jasad korban dimakamkan pada hari Rabu (8/2/2023) sehari setelah korban ditemukan.

“Jasadnya ditemukan hari Selasa (7/2/2023) malam sekitar pukul 21.41 Wita dan kemudian besoknya langsung dimakamkan oleh pihak keluarga,” jelas Godja.

Diberitakan sebelumnya, Burhan (32) pria dilaporkan hilang disambar buaya pada Jumat (3/2/23) sekira pukul 21.00 WITA, saat memancing bersama seorang temannya Aliyaman (44) di perairan Sungai Manumbar Desa Manumbar Kecamatan Sandaran Kabupaten Kutai Timur. Saat itu korban dengan temannya satu perahu duduk saling membelakangi masing-masing di sudut perahu. Aliyaman mengaku sempat melihat samar buaya melintas di samping perahunya sebelum kemudian mendengar teriakan Burhan yang seketika ditolehnya korban sudah tak nampak.

Mendapati kondisi demikian, Aliyaman dan teman-temannya yang berada di perahu lain juga tengah memancing, segera balik ke darat lalu melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib. Setelah dilakukan pencarian selama lima hari, Selasa (7/2/2023) malam kira-kira pukul 21.41 Wita, korban ditemukan dalam kondisi tanpa kepala, tangan kiri dan kaki kanan. Jasad korban ditemukan di semak-semak 1 km dari tepi sungai arah jalan sawit, atau posisi 8 kilometer dari lokasi kejadian. (zul)

Editor : Risa Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *