Pikep Pemicu Api Kebakaran SPBU Palaran Diduga Pengetap Bensin

BusamID
Kebakaran SPBU Palaran yang Menyebabkan Sopi Pikep Pemicu Api Alami Luka Bakar 40 Persen. Ft: Ist

BusamID – Pikep KT 8773 OR yang disebut pemicu api dari kebakaran SPBU Sangasanga di Jl 27 Januari Bantuas Palaran hari Senin (21/03/22) lalu, diduga pengetap bensin eceran. Dari info yang dihimpun media di lapangan, ternyata pada saat kejadian pikep juga memuat 10 jerigen plastik yang sebagian sudah berisi bensin.

“Lima saksi kami periksa. Kami dapatkan keterangan sementara, sebelum kejadian pikep memuat 10 jerigen. Di mana, 4 jerigen sudah terisi BBM (Pertalite), yang 6 masih kosong. Kami terus dalami pemeriksaan kasus kebakaran ini, harus ada yang bertanggungjawab (dalam peristiwa ini),” ungkap Kapolsek Palaran Kompol Roganda, dikonfirmasi media Rabu (23/03/22) kemarin.

Saksi yang diperiksa terkait kebakaran menghanguskan 50 persen SPBU itu, satu pikep dan dua sepedamotor itu, adalah para pegawai SPBU Sangasanga. Termasuk Juwita Sari (26) pegawai SPBU yang melayani pengisian BBM ke mobil pikep pemicu api, serta teman-temannnya yang sempat berusaha mematikan api menggunakan apar.

Sementara itu sopir pikep KT 8773 OR yang memicu api kebakaran, Tukiran (50) sampai saat ini belum bisa diperiksa kepolisian karena ternyata mengalami luka bakar cukup serius (40 persen). Tukiran disebut mengalami luka bakar di wajah, tangan dan kakinya.

Lokasi SPBU Sanga-sanga Pasca Terbakar Senin (21/03/22). Ft: Ist

“Saat nozzle sedang di tangki, dikira sudah selesai. Sopir kemudian menyalakan mesin (starter mesin). Nah, di situlah diduga muncul percikan api,” dugaan Roganda.

Dari info yang dihimpun media, kedatangan mobil pikap bernomor polisi KT 8773 OR yang dikemudikan Tukiran itu, datang kali kedua ke SPBU Sangasanga pada saat kejadian Senin (21/03/22) pukul 09.45 Wita. Saat itu Tukiran membawa 10 jerigen di mana 4 buah diantaranya sudah terisi pertalite. Namun pada saat timbul api, pengisian BBM Pertalite dilakukan langsung ke tangki pikep.

Menurut Juwita Sari, saksi mata pegawai SPBU yang melihat api pertama kali, saat itu dia baru memasukkan nozzle dispenser pertalite ke tangki pikep KT 8773 OR. Saat itu Tukiran memesan bensin pertalite Rp200 ribu (kurang lebih 24 liter). Baru terisi setengahnya (12 liter), muncul api dari bawah mobil pikep. Melihat ada api, buru-buru Juwita menghentikan pengisian BBM, segera meletakkan nozzle ke dispenser lalu berlari ke kantornya untuk mematikan listri.

Tindakan Juwita Sari hendak mematikan listrik SPBU demi keamanan pom bensin itu terlambat, api dari pikep sudah menyambar dispenser di sebelahnya kemudian memicu ledakan. Pada saat api sudah membesar yang hanya dalam hitungan detik, Tukiran baru menyadari kebakaran. Dia segera keluar dari kabinnya. Tapi naas, Tukiran langsung tersambar api yang meliuk ke sana kemari lantaran terpaan angin.

“Modusnya sama. Jadi ke SPBU isi tangki penuh. Setelah itu keluar SPBU cari tempat untuk memindahkan BBM ke jeriken. Setelah itu tangki kosong, balik lagi ke SPBU,” tambah Roganda.

Selanjutnya pemeriksaan kasus ini terang Roganda, kemungkinan akan dihandle langsung Satreskrim Polres Samarinda.

“Kami koordinasi ke Kasat Reskrim (Polresta Samarinda), kemungkinan kasus akan dilimpahkan ke Polres. Nanti juga akan mendatangkan Labfor (Laboratoriun Forensik) Polri serta saksi ahli dari Pertamina dan saksi pidana,” jelas Roganda. (nac/an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *