Samarinda, Busam.ID – Jumlah kendaraan listrik di Kaltim terus meningkat, namun hingga kini belum ada bengkel khusus yang bisa menangani perbaikan motor listrik maupun baterainya.
“Di Kaltim ini komunitas kendaraan listrik khususnya motor sudah mencapai 220, bahkan mobil 400. Infrastruktur pengecasan sudah ada. Tapi bagaimana dengan bengkel kalau ada trouble? Bengkel motor listrik, bengkel baterai, itu komponen utama,” ungkap Manajer PLN UP3 Samarinda, Hendra Irawan, Sabtu (27/9/2025).
Untuk menjawab kebutuhan itu, Hendra menjelaskan PLN bersama Dinas ESDM berinisiatif mendorong pelatihan tenaga teknis melalui program tanggung jawab sosial (TJSL/CSR). “Kita bisa menyiapkan tenaga-tenaga dengan memberikan pelatihan gratis, khususnya untuk anak-anak SMK atau komunitas. Harapannya, tempat ini bisa jadi kiblat di Kaltim untuk perbaikan motor listrik maupun penyediaan baterai,” jelasnya.
Hendra optimistis kemandirian energi dan layanan perbaikan kendaraan listrik di Kaltim bisa tercapai. “Dengan kualitas sumber daya yang ada di Kaltim, harusnya kita bisa. Tugas kami sebagai PLN mendukung penuh agar infrastruktur kendaraan listrik semakin maju,” tambahnya.
Selain soal bengkel, infrastruktur pengecasan kendaraan listrik di Samarinda juga terus berkembang. PLN UP3 Samarinda kini memiliki 15 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) roda empat dan 5 titik untuk roda dua. Masih ada enam unit tambahan yang siap dipasang dalam waktu dekat.
“Kami minta komunitas ikut memberi masukan lokasi yang pas, supaya pengguna kendaraan listrik tidak perlu jauh-jauh mengecas,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


