Pohon Tumbang Timpa Rumah di Samarinda

Busam ID
Kondisi atap rumah warga yang tertimpa 2 pohon tumbang di Jalan Gerilya, Perumahan Gerilya Indah, Sabtu (4/10/2025). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Bencana pohon tumbang terjadi di Jalan Gerilya, Perumahan Gerilya Indah, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Sabtu (4/10/2025). Kejadian nahas ini menimpa 1 unit rumah dan melukai seorang ibu serta anak perempuannya yang saat itu sedang berada di dalam kamar.

“Pas lagi makan, tiba-tiba terdengar suara ‘braak’ kayak gitu katanya. Jadi dia posisinya memang di dalam kamar. Itu masih ada piringnya sama sayurnya,” terang Ana.

Korban ibu mengalami luka serius di bagian kaki kanan akibat tertimpa tiang rumah yang ambruk, sementara anak perempuannya mengalami luka memar di tangan. Ibu korban yang mengalami kesulitan menggerakkan kaki segera dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda setelah mendapat penanganan awal dari rekan medis 112.

“Yang anaknya sih ada tangannya luka. Saya tarik saja, sakit tangannya. Jadi sekarang di rumah saya mereka,” tambah Ana, yang kini menampung sementara korban dan berupaya mencarikan rumah sewaan bagi keluarga tersebut. Suami korban, yang saat kejadian sedang bekerja, telah tiba di lokasi.

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, membenarkan insiden ini. Beliau menjelaskan pohon tumbang itu berdampak pada rumah milik Bapak Sunarto.
“Ada seorang ibu yang kebetulan beliau luka karena memang kejatuhan palang kayu ulin ya. Yang satunya anaknya memar saja, tapi yang ibunya ini harus dibawa ke rumah sakit karena sulit digerakkan kakinya,” jelas Suwarso.

Suwarso menambahkan pohon tumbang itu terjadi sekitar pukul 09.00 WITA, menyusul hujan deras yang turun sejak subuh. “2 batang pohon yang kebetulan posisinya di atas bukit, sedangkan dibawah tanah pengikat pohon sendiri bebatuan, jadi tergelincir,” ujarnya.
Saat ini, rumah tersebut telah dikosongkan dan warga mengungsi sementara. Seluruh pihak terkait, mulai dari Lurah, Babinsa, Babinkamtibmas, hingga relawan Katana Mugirejo, turun tangan membantu proses penanganan di lokasi.

BPBD dan relawan menghadapi kendala dalam penanganan, terutama karena listrik masih aktif dan struktur bangunan yang rapuh, sehingga pemotongan pohon harus dilakukan dengan hati-hati demi keselamatan tim.

“Kecenderungan tanah di Samarinda ini berpasir, lembur, sehingga kalau yang berdomisili di perbukitan, rawan risiko longsornya tinggi. Untuk itu, ketika terjadi hujan deras, angin kencang, masyarakat harus waspada, mitigasi kebencanaan di lingkungan kita untuk segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman,” tegasnya, mengingat meski musim kemarau, hujan deras masih kerap melanda wilayah tersebut.

Upaya sementara yang dilakukan BPBD adalah memasang terpal untuk melindungi sisa bangunan dari cuaca. (zul)
Editor: M Khaidi

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *