Samarinda, Busam.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengalokasikan anggaran sebesar Rp900 juta untuk uji coba layanan bus pelajar. Program itu diproyeksikan menjadi langkah awal menuju pengembangan transportasi massal di kota tepian.
“Di anggaran perubahan ini ada anggaran angkutan umum Rp900 juta. Daripada tidak terserap, kami alihkan untuk uji coba angkutan bus pelajar. Jadi fokusnya ke situ dulu,” ungkap Kepala Dishub Samarinda, Manalu, Jumat (19/9/2025).
Ia menyebut, bus pelajar akan disewa dan dioperasikan selama 2 jam pada pagi hari serta 2 jam saat jam pulang sekolah.“Kalau 1 bus bisa mengangkut 40 pelajar, itu sama saja mengurangi puluhan motor di jalan. Ruang jalan lebih efisien, kemacetan juga berkurang. Jadi shifting pola transportasi itu memang harus dimulai,” jelasnya.
Menurutnya, transportasi massal bukan sekadar program, melainkan mimpi besar yang harus diperjuangkan. Sebab, hanya dengan itu masalah kemacetan, parkir liar, dan polusi bisa diselesaikan
“Kalau kami Dishub sudah siap, tinggal anggarannya. Transportasi massal itu obat jangka panjang untuk macet, parkir liar, dan polusi,” pungkasnya.(uca)
Editor: M Khaidir


