Samarinda, Busam.ID – Hilirisasi sawit dinilai menjadi kunci penting dalam memperkuat ekonomi hijau sekaligus menopang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan, kelapa sawit memiliki peran strategis, baik sebagai ekosistem ekonomi rakyat maupun motor pertumbuhan daerah.
“Keberlanjutan, keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan adalah prinsip yang harus kita pegang,” ucapnya usai Rakor Pemberantasan Korupsi Kaltim, Kamis (11/9/2025) kemarin.
Harum -sapaan akrabnya- menyebut, Kaltim memiliki lahan produktif sawit seluas 1,34–1,57 juta hektare, dengan produksi mencapai 17–19 juta ton TBS per tahun.
Dengan potensi tersebut, pengelolaan sawit berkelanjutan dan hilirisasi dianggap mutlak untuk menjaga daya saing serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Sementara Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim Taufiq Kurrahman, menegaskan hilirisasi tidak hanya berperan di sektor industri, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial-ekonomi daerah.
“Sawit Kaltim harus menjadi motor ekonomi hijau yang berdaya saing dan memberi manfaat nyata, baik bagi daerah maupun bangsa,” pungkasnya.
Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam forum tersebut, mulai dari perwakilan Bappenas, organisasi petani, hingga lembaga hukum. Diskusi menekankan bahwa hilirisasi merupakan jalan penting agar kontribusi sawit Kaltim selaras dengan visi pembangunan IKN yang berbasis lingkungan.
Dengan mendorong pengolahan hasil produksi menjadi produk bernilai tambah, hilirisasi diharapkan mampu menghadirkan manfaat lebih luas, sekaligus menegaskan posisi sawit sebagai penggerak utama ekonomi hijau Kaltim dan nasional. (adit)
Editor: M Khaidir


