Balikpapan, Busam.ID – Untuk menyambut dan mendukung pemindahan ibukota negara, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berencana akan membangun gerbang batas kota di Karang Joang, Balikpapan Utara dan Teritip, Balikpapan Timur.
Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) Kota Balikpapan Neny Dwi Winahyu mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses pembebasan lahan dalam membangun gerbang batas kota di Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur.
“Karena untuk saat ini memang ada dua pintu masuk ke kota Balikpapan, yaitu di wilayah utara melalui kilometer 24, kelurahan karang joang dan wilayah Timur di Kelurahan Teritip, yang berbatasan langsung dengan kelurahan Salok Api Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya kepada wartawan, Selasa (31/1).
Ia menjelaskan, nantinya bukan hanya gerbang batas kota saja yang akan kita bangun.
Tapi nanti juga akan ada Open Space seperti taman di di gerbang kota Balikpapan. Sehingga masyarakat bisa beristirahat di batas kota itu.
“Jadi saat ini masih prosesnya pembebasan lahan, karena kita bukan hanya membangun gerbang batas kota, tapi juga nanti akan ada taman. Tanah tersebut milik masyarakat daerah sekitar,” terangnya.
Diketahui pembangunan gerbang batas kota berawal dari ide Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.
Sebab Rahmad berkeinginan membangun gerbang batas kota yang representatif, dengan desain yang kekinian, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.
Saat ini, gerbang kota yang ada, hanya berada di Balikpapan Utara, dan bangunannya itu dibangun tahun 90 an.
Dari itu, Pemkot ingin mengembangkan citra Kota Balikpapan yang juga merupakan dari visi dan misi Wali Kota Balikpapan.
Jadi salah satu cara untuk memperkuat citra kota Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan membangun gerbang batas kota Balikpapan tersebut. (man)
Editor: Redaksi BusamID








