Samarinda, Busam.ID— Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menyoroti tingginya angka kemiskinan dan stunting dalam Musyawarah Daerah IV Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) di kantor BKKBN Kaltim, Jumat (16/5/2025) kemarin.
“KKI hadir tidak hanya sekadar menghadirkan angka-angka statistik saja, tapi perlunya tindakan secara langsung di lapangan dan mengetahui bagaimana kondisi kependudukan di Kaltim,” ucapnya.
Saat ini, tingkat kemiskinan Kaltim mencapai 5,3 persen dari total 4,2 juta penduduk, turun dari 5,78 persen tahun lalu. Namun, Seno menilai penurunan itu belum cukup.
“Memang ada penurunan 0,4 persen tapi ini belum signifikan. Maka kita harus melakukan upaya keluarga berencana (KB), sehingga SDM kita bisa lebih tertata dan unggul dibanding SDM di provinsi lain,” jelasnya.
Pemprov Kaltim menargetkan dalam lima tahun ke depan angka kemiskinan di bawah 2 persen, pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen, dan stunting di bawah 5 persen (saat ini 22,9 persen di tahun 2023).
“Kalau tingkat kemiskinan di bawah 2 persen, tingkat ekonomi di atas 8 persen, dan stunting di bawah 5 persen, silakan memperbanyak penduduk kita, bisa sampai 10 juta. Tapi saat ini kita perlu kontrol kualitas kependudukan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti rendahnya tingkat pendidikan warga. “Baru 20 persen anak kita yang menempuh pendidikan sampai SMA/SMK/MA. Kemudian baru 3 persen anak kita yang kuliah di S1. Ini sangat miris untuk sebuah provinsi yang memiliki APBD Rp 21 triliun sampai Rp 25 triliun per tahun,” tandasnya.
Program Gratispol pun dicanangkan, yang mencakup pendidikan gratis hingga jenjang S3, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM di Kaltim.(Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


