Sangatta, Busam.ID -Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, membuka Rapat Koordinasi Evaluasi Kegiatan Tahun 2023 dan Workshop Tata Cara Penyusunan Program Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP). Dilaksanakan di Aston Samarinda Hotel & Convention, kegiatan ini dihadiri ratusan peserta, termasuk perwakilan penyuluh pertanian lapangan dari 18 kecamatan se-Kutim.
Dalam berbagai hal, Bupati Sulaiman menekankan peran vital sektor pertanian dan peternakan dalam menjaga kesejahteraan Kutai Timur.
“Dua sektor ini diharapkan dapat berperan dalam menggerakkan industri, menyerap tenaga kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi selama 10 tahun ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Sulaiman mengajak para peserta untuk memanfaatkan peluang yang ada, terutama dalam menggenjot produksi bahan pertanian. Ia memaparkan rencana transformasi dari sektor pertambangan menjadi industri perkebunan, seperti proyek kelapa sawit dan pabrik biodiesel yang diharapkan beroperasi pada tahun 2025-2027.
Pabrik udang beku juga menjadi perhatian. Bupati Ardiansyah Sulaiman menyoroti potensi sumber daya alam di perairan Kutim. Selain itu, Kepala DTPHP Kutim Dyah Ratnaningrum, menjelaskan fokus kegiatan pihaknya pada rencana kegiatan UPT PPL dan Keswan, yang menggambarkan inspirasi pelaku utama pertanian dan peternakan serta potensi wilayah.
“Harapannya, kualitas program penyuluhan pertanian dan peternakan semakin baik, menjadi landasan untuk kegiatan di tahun 2024,” tambahnya. Ratnaningrum juga menyampaikan upaya pengembangan lahan cetak sawah sebesar 10 ribu hektare, mengikuti jejak Kabupaten Kukar dan PPU.
“Kami bergerak sebelumnya tanpa anggaran, namun diharapkan dengan koordinasi dan dukungan Bappeda, program ini dapat terealisasi untuk mendukung pertanian dan peternakan di Kutai Timur,” tutupnya. (Nan/AdvKutim)
Editor : A Risa


