Samarinda, Busam.ID – DPD Partai Golkar Kaltim menilai, pergantian Makmur HAPK sebagai Ketua DPRD Kaltim kepada Hasanuddin Masúd, sudah sesuai prosedur. Tidak ketentuan Peraturan Organisasi (PO) yang dilanggar dan atau menyalahi aturan sehingga pergantian bisa dibatalkan.
Sekretaris DPD Golkar Kaltim Husni Fakhruddin mengatakan, bahwa beberapa kali Makmur menempuh jalur hukum, pihaknya selalu menaati keputusan hukum tersebut. Mulai dari Mahkamah Partai, gugatan ke Pengadilan Negeri Samarinda hingga yang terakhir putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
‘Jadi yang mana lagi? Semua kami ikuti dan menunggu hasil putusannya. Dan faktanya kan beliau (Makmur, Red) kalah atau semua jalur hukum kan membenarkan pergantian tersebut. Jadi kami pikir ya harusnya legawa lah,” kata Ayub – sapaan akrabnya – belum lama ini.
Menurutnya, jika kemudiann persoalannya adalah dianggap tidak memiliki etika dalam proses pergantian tersebut. Itu sangat tidak benar, karena semua prosedur dilakukan.
“Kami ini saya sendiri dengan Hasanuddin Masúd, itu sampai mendatangi Beliau (Makmur. Red) ke rumah Beliau di Berau. Jadi yang mana lagi? Kalua masalah-masalah lainnya, sudah lah, sesuai prosedur. Faktanya kan bisa dilihat semdiri, pergantian itu dibenarkan di mata hukum,” ujarnya dengan tegas.
Justru dikatakannya, enggannya Makmur diganti ini dikhawatirkan bisa saja berimbas hukum kepada keputusan ataupun kebijakan DPRD Kaltim secara kelembagaan. Mulai dari pengesahan APBD hingga kebijakan lainnya.
“Nah Pak Makmur in ikan memang pernah mengajukan gugatan ke PN, ditolak. Banding dia ke Pengadilan Tinggi (PT), lagi-lagi ditolak. Kemudian lanjut ke Kasasi Mahkamah Agung. Belum diproses, dia cabut gugatannya. Kalau secara hukum, itu sebenarnya sama saja dia sudah mengakui pergantian itu. Ditambah lagi ada putusan MK itu,” terangnya.
Ditanyakan bagaimana dengan Pendidikan politik jelang Pemilu 2024, karena pro kontra pergantian Ketua DPRD Kaltim tersebut pasti akan berpengaruh negatif kepada konsitutuen Golkar sebagai Kelembagaan. Ayub mengatakan, Golkar siap untuk duduk satu meja dengan Makmur demi kepentingan Golkar ke depan.
“Loh kami ini siap kapan dan di mana pun? Beliaunya yang siap atau tidak? Karena seperti yang saya ungkapkan di awal, kami sampai datangi rumah Beliau di Berau. Intinya kalau ini mau diselesaikan, pasti kami mau sekali dan secepatnya,” tutupnya. (dir)
Editor: Redaksi BusamID








