Samarinda, Busam.ID – Suasana duka menyelimuti pemakaman muslim di Jalan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Minggu siang (1/3/2026). Jasad Sutini (53), perempuan yang ditemukan tak bernyawa di sebuah gubuk kosong di Jalan Pramuka, RT 01, Kelurahan Simpang Pasir, akhirnya dimakamkan diiringi puluhan warga yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Warga tampak terpukul. Sosok yang akrab disapa “Mbak Sutini” itu dikenal ramah dan mudah bergaul. Tak sedikit yang tak menyangka akhir hidupnya begitu tragis.
Eka (50), salah satu tetangga korban, mengaku kaget saat mendengar kabar tersebut. “Tidak ada tanda-tanda sakit. Tiba-tiba sudah tidak ada. Lama tidak kelihatan, tahu-tahu ditemukan begitu. Kaget banget,” ujarnya.
Menurutnya, Sutini merupakan perantau asal Jawa Timur. Namun warga sekitar tak mengetahui pasti daerah asalnya. Ia sudah lama tinggal di Simpang Pasir. Suaminya lebih dulu meninggal dunia dan juga dimakamkan di kawasan yang sama.
“Anaknya tidak ada di sini. Katanya di Jawa. Sehari-hari jualan sayur di pasar. Orangnya ceplas-ceplos, sering ngomong, makanya dipanggil yang ‘gambreng’. Tapi orangnya baik,” tambah Eka.
Kasus ini semakin mengejutkan warga setelah polisi mengamankan terduga pelaku dan kini ditahan di Polsek Palaran. Dari informasi yang beredar di lingkungan sekitar, terduga pelaku masih bertetangga dengan korban dan berada dalam satu RT.
“Kenal, orang dekat juga. Satu RT,” kata Eka.
Soal isu kedekatan antara korban dan pelaku, warga hanya mendengar kabar burung. “Katanya sih ada yang bilang saling suka, tapi saya tidak pernah lihat mereka jalan bareng,” ungkapnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik dugaan pembunuhan tersebut. (zul)
Editor: M Khaidir


