Samarinda, Busam.ID-Progress pembangunan Terowongan Gunung Manggah (TGM) di Jalan Sultan Alimudin terus mengalami perkembangan.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda, Budy Santoso, menginformasikan kepada Busam.ID, Rabu (18/10/23), bahwa saat ini proyek telah mencapai tahap sekitar 6,4 persen dari keseluruhan pekerjaan.
“Sudah masuk ke minggu 50 ya sejak 26 November 2022, saat ini pekerjaan terealisasi sekitar 6,4 persen. Sedangkan targetnya harus 7,4 persen,” paparnya.
Meskipun ada sedikit keterlambatan dalam mencapai target, upaya terus dilakukan untuk memastikan proyek berjalan dengan baik.
“Proses pembebasan lahan juga telah mencapai tahap yang signifikan, dengan sekitar 37,6 persen lahan sudah dibebaskan. Hal ini merupakan langkah penting untuk kelancaran proyek terowongan Gunung Manggah atau tunnel,” katanya.
Beberapa pekerjaan yang saat ini tengah dilakukan dalam tahap konstruksi mencakup pemasangan wiremesh, pemasangan weephole, pekerjaan shotcrete, pekerjaan curing, pekerjaan drilling rockbolt dan pekerjaan grouting.
“Semua tahapan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan stabilitas dan kualitas terowongan yang sedang dibangun,” ucalnya.
“Yang paling mencolok adalah bahwa masyarakat kini dapat melihat secara langsung pekerjaan open cut inlet, yang memberikan gambaran awal tentang seperti apa terowongan ini akan terlihat di masa depan. Hal ini memberikan keyakinan bahwa proyek ini akan menjadi aset berharga bagi Kota Samarinda,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan harapannya bahwa proyek TGM akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, mengurangi kemacetan dan meningkatkan konektivitas di wilayah ini. (Ryan)
Editor : A Risa


