Samarinda, Busam.ID – Sejak lama, Terowongan Gunung Manggah (Tunnel Selili) yang menghubungkan Jl Kakap-Jl Sultan Alimuddin progresmya diklaim telah mencapai 91,7 persen lebih. Hanya saja, hingga saat ini proyek tersebut belum juga rampung dan beroperasi.
Wali Kota Samarinda Andi Harun pernah menyampaikan, terowongan ditargetkan rampung April dan akan dilakukan uji pada Mei. Proyek senilai Rp 395,9 miliar tersebut dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan serta meningkatkan keselamatan lalu lintas di kawasan Gunung Manggah (Jl Otto Iskandardinata).
Tentu saja, proyek itu merupakan terowongan pertama di Kalimantan. Dengan panjang keseluruhan mencapai 700 meter, dengan lebar 10 meter dan tinggi 5 meter.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Deni Hakim Anwar menyebut, pihaknya hingga saat ini memang belum melakukan tinjauan lapangan terkait kondisi terakhir terowongan tersebut.
“Memang kalau merujuk daripada info sebelumnya dimana proyek ini di targetkan selesai di bulan April dan akan d lakukan uji penggunaan d bulan Mei,” ucapnya.
Ia menambahkan, seharusnya di akhir April ini bisa rampung, hanya memang kendala-kendala di lapangan pengerjaan proyek ini, pihaknya juga blm mendapatkan informasi yang akurat baik.
“Mungkin dalam waktu dekat kami akan melakukan tinjauan lapangan ke proyek tunnel ini untuk memastikan kondisi akhir nya dengan didampingi oleh pihak-pihak terkait dari kontraktor dan dinas PUPR,” lanjutnta.
Terakhir, Deni mengatakan karena besar harapan warga kota Samarinda terkait proyek tunnel tersebut dalam membantu mengurai kemacetan yg ada.
“Terutama di seputaran Kecamatan Sambutan dan Kecamatan Samarinda Ilir khususnya yang melintasi jalan Otto Iskandardinata di waktu jam-jam padat ketika pagi dan sore hari,” tutupnya.(Adit)
Editor: M Khaidir


