Terpilih Pimpin Golkar Samarinda, dr Andi Satya Siap Maju Pilwali

Busam ID
dr. Andi Satya Adi Saputra saat resmi terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Samarinda. Foto by Adit/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – dr. Andi Satya Adi Saputra resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Samarinda periode 2026-2031. Usai mendapat amanah dalam Musyawarah Daerah (Musda), Andi langsung menegaskan targetnya untuk mengembalikan Golkar sebagai salah satu kekuatan politik utama di Kota Tepian.

Andi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan peserta Musda. Menurutnya, jabatan tersebut merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan kerja nyata selama lima tahun ke depan.

“Pertama-tama kami ucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ini amanah yang sangat besar untuk kami jaga dan kami wujudkan. Mudah-mudahan apa yang diamanahkan Musda, yaitu membawa kejayaan kembali Partai Golkar di Kota Samarinda, bisa kita realisasikan,” ujar Andi.

Selain persoalan konsolidasi partai, nama Andi juga mulai dikaitkan dengan peluang maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2029.
Hal itu tidak terlepas dari adanya desakan peserta Musda yang menginginkan ketua terpilih bersedia maju sebagai calon wali kota pada kontestasi mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Andi mengaku tidak menutup peluang. Namun, ia menegaskan keputusan mengenai siapa yang akan diusung sebagai calon kepala daerah tetap berada di tangan DPP Partai Golkar.

“Dari Partai Golkar sendiri tentu nanti DPP yang berhak memberikan rekomendasi terkait siapa yang dicalonkan. Apabila DPP memberikan mandat, maka insya Allah kami siap,” katanya.

Andi juga menilai suara masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan langkah politiknya. Ia mengatakan, jika nantinya masyarakat menginginkan dirinya maju dalam Pilwali Samarinda, maka dirinya siap mempertimbangkan amanah tersebut.

“Yang terpenting adalah masyarakat, karena pemegang suara, pemilik suara adalah masyarakat. Apabila nanti desakan dari masyarakat meminta kami untuk maju, insya Allah kami siap,” ujarnya.

Meski demikian, Andi meminta agar pembahasan mengenai Pilwali Samarinda tidak dilakukan terlalu dini. Saat ini, ia ingin lebih dulu menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD Kaltim sekaligus membuktikan kinerja Partai Golkar melalui program dan kerja nyata.

“Kami belum mau berbicara itu dulu. Sekarang kami di DPRD Provinsi Kalimantan Timur ingin bekerja, ingin berkarya. Karena Golkar adalah partai karya kekaryaan. Kita tunjukkan dulu selama lima tahun ke depan bahwa kita bisa berbuat banyak untuk Kalimantan Timur,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinannya, Andi memasang target untuk meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Kota Samarinda.

Saat ini Golkar memiliki 8 kursi di DPRD Samarinda dan berada di posisi kedua setelah Partai Gerindra. Kondisi tersebut menjadi modal awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat struktur dan meningkatkan elektabilitas partai.

“Target khusus, kita ingin membawa Partai Golkar menjadi kekuatan utama kembali di peta politik Kota Samarinda. Saat ini Golkar mendapatkan delapan kursi di DPRD Kota Samarinda, nomor dua setelah Partai Gerindra. Ke depan tentu kami berharap raihan kursi ini bisa ditambah,” jelasnya.

Tak hanya mengejar jumlah kursi, Andi juga ingin memperluas keterwakilan perempuan serta membuka ruang lebih besar bagi generasi muda untuk masuk ke dalam partai.

Ia menyebut, dari 8 anggota DPRD Samarinda yang berasal dari Partai Golkar saat ini seluruhnya merupakan laki-laki. Karena itu, komposisi tersebut diharapkan dapat berubah pada periode berikutnya.

“Kami ingin ke depan komposisinya sedikit berubah jika ada tambahan anggota perempuan yang menjadi anggota DPRD. Syukur-syukur ada dari Gen Z dan milenial yang bisa bergabung di Partai Golkar dan duduk menjadi anggota DPRD Kota Samarinda,” tuturnya.

Terkait kemungkinan dirinya maju dalam Pilwali Samarinda, Andi kembali menyatakan siap jika memang mendapatkan mandat partai.
Menurutnya, siapa pun memiliki peluang untuk maju selama mendapatkan dukungan dan rekomendasi dari Partai Golkar.

“Kalau ada peluang, siapa saja berhak mencalonkan dan dicalonkan. Bismillah, bagaimana nanti takdir membawa kita ke sana,” katanya.

Andi menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru mendeklarasikan diri sebagai calon wali kota. Ia menyerahkan keputusan akhir kepada DPP Partai Golkar sebagai pemegang kewenangan pemberian rekomendasi pencalonan.

“Kalau ditanya siap atau tidak siap, kami siap. Cuma kami kembalikan lagi bahwa pemilik kewenangan untuk menentukan calon adalah DPP Partai Golkar. Siapa yang ditunjuk DPP, maka itulah calon wali kota,” pungkasnya.

Dengan demikian, peluang Andi Satya untuk masuk dalam bursa Pilwali Samarinda tetap terbuka. Namun, untuk saat ini, ia memilih fokus membangun kembali kekuatan Golkar Samarinda dan menunjukkan kinerja politik sebelum berbicara lebih jauh mengenai kontestasi kepala daerah.(Adit)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *