Terus Tekan Kasus TBC, Targetkan Turun 50 Persen di 2030

Busam ID
Jaya Mualimin, foto by Adit/Busam.ID

Samarinda, Busam.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim erus memperkuat upaya menekan angka kasus dan kematian akibat tuberkulosis (TBC). Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menyebut penanganan TBC kini menjadi prioritas utama sektor kesehatan daerah, mengingat angka kematian akibat penyakit ini masih tergolong tinggi.

“Ini sudah menjadi atensi Bapak Presiden terkait penurunan prevalensi sampai 50 persen di akhir tahun 2030. Karena ini menjadi quick win-nya Presiden dan bagian dari grand strategy penanganan tuberkulosis,” ucapnya, Kamis (6/11/2025).

Berdasarkan data Dinkes Kaltim, hingga Oktober 2025 tercatat hampir 300 orang meninggal akibat TBC, turun dari 454 kematian pada 2024. Meski menurun, angka tersebut dinilai masih tinggi dan memerlukan intervensi lebih serius.

Pihaknya telah menyiapkan sejumlah regulasi pendukung, seperti Peraturan Gubernur tentang Penanggulangan TBC dan SK Tim Percepatan Penurunan Tuberkulosis. Tim ini melibatkan berbagai pihak dengan pendekatan pentahelix, akademisi, dunia usaha, media, organisasi profesi, dan masyarakat.

“Kuncinya koordinasi lintas sektor. Kita ingin penemuan kasus dini, pengobatan tuntas, dan kesadaran masyarakat meningkat,” jelasnya.
Ia menegaskan, upaya itu merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat sehat dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

“Sebelum menuju generasi emas 2045, tahun 2030 kita harus pastikan masyarakat sejahtera dan sehat dulu. Itu pondasinya,” katanya.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, Dinas Kesehatan Kaltim optimistis target penurunan prevalensi TBC 50 persen pada 2030 bisa tercapai. Selain memperluas layanan deteksi dini, Pemprov juga memperkuat edukasi publik dan sistem pelaporan kasus agar penanganan berjalan lebih cepat dan akurat. “Kalau semua bergerak bersama, saya yakin target penurunan TBC bisa kita capai,” tutupnya. (Adit)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *