Samarinda, Busam.ID – Angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) masih menjadi pekerjaan rumah di Kalimantan Timur. Perdarahan pasca persalinan, hipertensi dalam kehamilan, sepsis, dan komplikasi persalinan disebut sebagai penyebab utama kematian ibu.
“Sedangkan untuk bayi baru lahir, asfiksia, prematuritas, serta infeksi neonatal masih dominan,” jelas Kepala Dinkes Kaltim, dr. Jaya Muallimin, Rabu (10/9/2025).
Ia menekankan perlunya tenaga kesehatan (Nakes) di lini terdepan dibekali keterampilan praktis dan standar dalam menangani kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Salah satu upaya yang dijalankan ialah Training of Trainers (TOT) yang mendorong peserta menjadi pelatih sekaligus penggerak peningkatan layanan di daerah.
“Kalau kapasitas SDM semakin kuat, penanganan bisa lebih cepat dan angka kematian bisa ditekan,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan jaringan pelayanan dan sistem rujukan juga tak kalah penting. “Penanganan kegawatdaruratan tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada jejaring yang responsif dan berkesinambungan dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan,” pungkasnya. (uca/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


