Busam.ID, Samarinda – Kelangkaan gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram atau gas melon masih terjadi di sejumlah wilayah Samarinda, termasuk di Kelurahan Lempake. Ketua Koperasi Merah Putih menyebut, pasokan gas yang diterima pihaknya hanya sekitar 100 tabung per minggu, sementara jumlah kepala keluarga yang membutuhkan mencapai 7.000 orang.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ditjen Migas dan PT Patra Niaga selaku penyalur resmi Pertamina. Ia menilai Koperasi Merah Putih seharusnya mendapatkan pasokan lebih besar dengan status sebagai pangkalan resmi, bukan hanya sub-pangkalan atau pengecer.
“Kami minta Koperasi Merah Putih bisa mendapat pasokan yang lebih banyak, minimal 240 tabung per hari, mengingat kebutuhan masyarakat di sana cukup tinggi,” ujar Seno Aji, Rabu (20/8/2025).
Menurutnya, saat ini PT Patra Niaga masih melakukan evaluasi untuk penambahan pasokan dengan skema uji coba atau mockup di beberapa wilayah. “Kita coba dulu percontohan, misalnya satu kabupaten ada 30 koperasi, sehingga sekitar 300 Koperasi Merah Putih bisa mendapat jatah sesuai prosedur. Ke depan, jumlahnya akan terus ditambah secara bertahap,” jelasnya.
Ia juga meminta agar distribusi dari skema uji coba benar-benar terjamin, terutama di Lempake dan Paser Belengkong yang menjadi lokasi awal penerapan. “Sebelum memperluas mockup, kita minta Patra Niaga memastikan dulu agar jatah gas untuk Koperasi Merah Putih bisa tercapai,” tutupnya. (uca/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


