Samarinda, Busam.ID -Prof. RA Retno Hastijanti, Direktur Proyek Adaptation Fund Samarinda sekaligus Direktur Eksekutif CeCUR, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Samarinda mendukung proyek workshop yang ia laksanakan dengan menyediakan lahan yang sudah siap untuk pembangunannya di sekitar Pasar Segiri.
“Fokus utama program ini adalah menciptakan ruang publik yang akan memberikan tipologi baru. Ruang publik ini diharapkan dapat membantu masyarakat belajar dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim, khususnya banjir yang menjadi isu sentral di Samarinda,” jelas Retno pada hari kedua Workshop yang berlangsung di Hotel Puri Senyiur pada Senin (25/9/23).
Disampaikan, adaptasi terhadap perubahan iklim memiliki dua aspek utama, yaitu adaptasi dan mitigasi.
“Karena proyek ini didanai oleh Adaptation Fund, penekanan utama adalah pada adaptasi. Adaptasi ini mencakup tindakan konkret yang akan memotivasi masyarakat untuk bertindak ketika terjadi banjir. Pembelajaran ini tidak sekadar berbicara, tetapi juga melibatkan tindakan nyata,” jelasnya.
Salah satu contoh adaptasi adalah mengajarkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, mendaur ulang sampah.dan mengurangi sampah secara umum.
Kegiatan hari ini bertujuan untuk merumuskan desain berdasarkan aspirasi masyarakat.
“Proses ini menggunakan pendekatan perencanaan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif. Namun, karena sasaran akhirnya adalah menciptakan tipologi baru, metodenya pun harus inovatif dan tidak mengikuti pendekatan konvensional,” terangnya.
Hasil dari kegiatan hari ini adalah desain awal, yang akan diterjemahkan menjadi desain yang dapat diimplementasikan.
“Selanjutnya, desain tersebut akan menjadi dasar perencanaan yang lebih rinci berupa Detail Engineering Design (DED), dan diharapkan pada tahun 2024, proyek ini akan mencapai tahap pembangunan dan monitoring,” jelasnya.
Penting untuk diketahui bahwa Pemerintah Kota Samarinda memberikan dukungan luar biasa untuk proyek ini, baik dalam penyediaan lahan maupun fasilitas untuk kegiatan.
“Dengan kolaborasi ini, Samarinda diharapkan menjadi pionir dalam menciptakan ruang publik yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim, dan menjadi standar global dalam hal ini,” tutup Retno. (Ryan)
Editor : A Risa


