Samarinda, Busam.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat 2.210 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)hingga Mei 2025. Balikpapan jadi daerah tertinggi dengan 602 kasus, disusul Penajam Paser Utara (409 kasus) dan Kutai Kartanegara (407 kasus).
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin, menyebut angka ini menjadi dasar penguatan pencegahan.
“Kami terus memantau perkembangan kasus DBD di seluruh wilayah Kalimantan Timur,” ucapnya.
Lima kasus kematian tercatat di Kukar, Kutim, Balikpapan, Berau, dan PPU. Jaya menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama saat musim hujan.
“Musim hujan meningkatkan perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD, juga perlu waspadai penyakit lain seperti leptospirosis,” tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat menerapkan 3M Plus: menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas, dan membasmi sarang nyamuk.
“Pencegahannya meliputi 3M Plus, dan juga memakai kelambu, losion anti-nyamuk, serta memasang kawat nyamuk,” jelasnya.
Gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam mendadak, nyeri otot, hingga bintik merah. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut.(Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


