Samarinda, Busam.ID – Kobaran api yang tiba-tiba membesar membakar sejumlah bangunan di Jalan Suryanata, RT 36, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Sabtu (8/8/2026) dini hari sekitar pukul 03.20 Wita. Api diduga berasal dari dapur sebuah warung dan dengan cepat merembet ke bangunan di sekitarnya.
Peristiwa ini sontak membangunkan warga yang tengah terlelap. Teriakan “kebakaran” terdengar di tengah malam, membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan barang berharga. Sebagian warga juga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Salah satu saksi mata, M. Hatta, mengungkapkan api pertama kali terlihat dari bagian belakang bangunan, tepatnya di area dapur warung. Saat itu, ia langsung keluar dari gudang bersama keluarganya setelah mendengar teriakan warga.
“Sekitar jam 2 lewat, api sudah terlihat dari dapur. Ada ibu-ibu teriak kebakaran, kami langsung keluar. Sempat saya siram pakai air seadanya sebelum menyelamatkan mobil,” ujarnya.
Ia juga memastikan tidak mendengar suara ledakan saat kebakaran terjadi. Api disebut dengan cepat menjalar dan menghantam bangunan di samping warung, sehingga membuat situasi semakin panik.
Kepala Bidang Pemadaman Disdamkar Samarinda, Akhmad Suprianto, mengatakan, petugas langsung mengerahkan 4 posko pemadam ke lokasi kejadian.
“Objek yang terbakar berupa bangunan usaha di bagian depan, termasuk ruko 3 lantai. Di belakangnya terdapat permukiman warga, sehingga penanganan harus dilakukan cepat agar api tidak meluas.
Diperikaran ada 5 bangunan yang terbakar,” jelasnya.
Ia menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, meski penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan sumber api.
Petugas pemadam kebakaran bersama relawan dan warga berjibaku selama lebih dari 1 jam untuk menjinakkan si jago merah. Setelah sekitar 1 jam 15 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Penanganan juga berjalan lancar tanpa kendala berarti, berkat kerja sama petugas dan relawan di lapangan,” tutupnya. (zul)
Editor: M Khaidir


