Samarinda, Busam.ID – Sebanyak 900 kios di Pasar Pagi Samarinda hingga kini belum ditempati meski kawasan tersebut telah lama digunakan pasca revitalisasi. Kondisi ini memicu perhatian DPRD Kota Samarinda yang menilai pemanfaatan pasar belum optimal dan berpotensi menghambat aktivitas ekonomi.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan dari total sekitar 2.400 kios yang disiapkan, baru lebih dari 1.500 unit yang terisi, sementara sisanya masih kosong.
“Karena itu kita minta data by name, siapa saja yang menerima kios. Dengan begitu, pengawasan bisa dilakukan bersama dan tidak menimbulkan persepsi adanya permainan,” ujarnya Kamis (30/4/2026).
Ia juga menekankan perlunya batas waktu tegas bagi pedagang untuk menempati kios yang telah diterima. “Kapan batas akhirnya, lalu apa konsekuensinya jika kios tidak ditempati, itu harus tegas. Jangan sampai fasilitas yang dibangun dari uang rakyat justru tidak dimanfaatkan secara maksimal,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani, menyebut masih kosongnya ratusan kios dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari pedagang yang belum siap hingga tidak mengambil kunci saat dipanggil.
Disdag, kata dia, juga telah menarik kembali kios yang tidak diambil untuk kemudian dialokasikan kepada pedagang lain yang dinilai lebih siap.
“Ini kita sudah masuki tahap 5 pembagian dan sudah dirilis 129 kios. Jadi, kalau setelah 3 kali teguran tetap tidak ditempati, maka kios itu kami tarik dan kami serahkan kepada pedagang lain yang siap berjualan. Sebelumnya sebanyak 50 kios kita tarik kembali,” tuturnya. (uca)
Editor: M Khaidir


