Balikpapan, Busam.ID – Menindaklanjuti aksi protes sopir truk, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menambahkan pasokan BBM subsidi jenis Biosolar di dua SPBU di Balikpapan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan, BPH Migas menyampaikan akan melakukan evaluasi terhadap kuota penyaluran Biosolar di SPBU 6476119 KM 13 dan SPBU 6476110 KM 15 yang saat ini melayani penyaluran selama 24 jam.
Selain itu, BPH Migas juga akan mengevaluasi usulan penambahan SPBU penyalur Biosolar dari Pemerintah Kota Balikpapan yang saat ini dalam proses administrasi.
“Pertamina pada prinsipnya mendukung langkah-langkah evaluasi yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan agar penyaluran Biosolar di Kota Balikpapan dapat semakin optimal, kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, dan penyaluran berjalan lebih tepat sasaran,” ujar Edi, Sabtu (9/5/2026).
Sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi di SPBU, Pertamina sejak Senin (4/5) telah menambah penyaluran Biosolar di atas kuota harian yang ditetapkan. Di SPBU 6476119 KM 13, penyaluran Biosolar telah ditingkatkan menjadi 64 KL per hari atau sebesar 160% dari kuota harian. Sementara di SPBU 6476110 KM 15, penyaluran telah ditingkatkan menjadi 40 KL per hari atau sebesar 162,5% dari kuota harian.
Namun demikian, peningkatan penyaluran ini juga perlu dilakukan secara terukur agar tetap sesuai dengan kuota yang ditetapkan pemerintah hingga akhir tahun serta memastikan BBM subsidi dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak sesuai ketentuan.
“Kami terus berupaya menjaga ketersediaan stok dan kelancaran penyaluran di lapangan agar aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi dan logistik, tetap berjalan optimal,” tambah Edi.
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengajak seluruh pihak baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum, supir truk, mahasiswa, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi penyaluran Biosolar subsidi agar tetap tepat sasaran serta mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM bersubsidi secara bijak sesuai peruntukannya.
Melalui penerapan QR Code Subsidi Tepat, diharapkan penyaluran dapat lebih terkontrol dan tepat sasaran. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


