Modus Baru Penjual Miras: Botol Disamarkan dengan Tumpukan Jajanan Ringan

Busam ID
Kepala Satpol PP Kota Samarinda dan jajaran saat menunjukkan barang bukti miras yang berhasil diamankan, Jumat (19/6/2023) sore. Foto by Dimas

Samarinda, Busam.ID – Berbagai cara dilakukan para penjual minuman keras (miras) untuk mengelabui petugas. Kali ini, ratusan botol miras disembunyikan di dalam mobil dan ditutupi dengan tumpukan jajanan ringan lengkap dengan nota pembelian makanan agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Namun, modus tersebut berhasil dibongkar Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda saat melakukan patroli, Jumat (19/6/2026) sore.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, mengungkapkan petugas awalnya menyisir sejumlah titik, mulai dari Makroman, Jalan Tongkol hingga Jalan M Said. Sebagian besar lokasi dalam keadaan tutup dan hanya ditemukan 5 botol miras.

Temuan terbesar justru kembali didapat di kawasan Jalan Imam Bonjol, lokasi yang sebelumnya juga pernah beberapa kali ditertibkan.
“Modusnya sekarang barang dimasukkan ke dalam mobil lalu ditutup dengan snack-snack. Bahkan notanya pun tertulis makanan ringan, sehingga seolah-olah yang dibawa itu jajanan,” kata Anis.

Menurutnya, pemilik kendaraan bahkan sempat menantang petugas untuk melakukan pemeriksaan, seakan yakin barang yang dibawa tidak bermasalah.
“Dia bilang silakan dicek. Seolah-olah meyakinkan kami itu benar makanan ringan. Tapi kami tidak percaya begitu saja dan langsung membongkar isi mobil,” ujarnya.

Kecurigaan petugas terbukti. Setelah seluruh barang diperiksa, ditemukan ratusan botol minuman keras yang diduga siap didistribusikan ke sejumlah warung.
“Dugaan saya, itu baru mau disuplai. Sopirnya sudah siap berangkat dan miras itu ditutup dengan snack-snack di dalam mobil,” jelasnya.

Dari operasi tersebut, Satpol PP mengamankan sebanyak 320 botol miras berbagai jenis. Sebanyak 12 botol diletakkan di bagian luar, sementara sisanya disembunyikan di dalam mobil.

Anis mengaku heran karena pemilik barang yang sama sudah beberapa kali terjaring razia, namun tidak menunjukkan efek jera. Bahkan saat diminta menunjukkan identitas diri, yang bersangkutan mengaku tidak memiliki KTP.

“Sudah beberapa kali kami amankan. Dipanggil untuk sidang juga tidak hadir. Hari ini saya minta KTP, katanya tidak punya,” ungkapnya.
Ia pun mempertanyakan mengapa pelaku masih terus mengulangi perbuatannya meski berulang kali terjaring razia.

“Kalau memang merasa rugi, harusnya tidak jualan lagi. Tapi setiap razia pasti ada saja. Mungkin sedang kena naasnya saja,” katanya.
Anis menegaskan, Satpol PP akan terus melakukan patroli dan penindakan terhadap peredaran minuman keras ilegal sebagai upaya menekan potensi tindak kriminal yang kerap dipicu oleh konsumsi miras.

“Orang yang minum minuman keras sering kali menjadi pemicu terjadinya perbuatan yang tidak kita inginkan. Karena itu, kami akan terus melakukan penertiban meskipun berkali-kali dikelabui dengan berbagai modus,” tegasnya.
Seluruh barang bukti kini diamankan di kantor Satpol PP Kota Samarinda untuk proses lebih lanjut. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *