Samarinda, Busam.ID — Kobaran api menghanguskan sebagian bangunan Kantor Bersama Samsat di Jalan M Yamin, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (20/10/2026) malam. Insiden tersebut terjadi hanya beberapa saat setelah kawasan tersebut mengalami pemadaman listrik.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, titik api terkonsentrasi di bagian kiri bangunan utama yang difungsikan sebagai area public complain (pengaduan masyarakat) dan pusat informasi. Si jago merah merusakkan bagian interior ruang pengaduan hingga melahap habis konstruksi atap di sisi kiri gedung tersebut.
Peristiwa kebakaran itu pertama kali diketahui warga dan petugas keamanan sekitar pukul 18.55 WITA. Sebelumnya, pemadaman aliran listrik oleh pihak PLN dilaporkan telah terjadi di sepanjang kawasan Jalan M. Yamin sejak pukul 18.00 WITA.
Sudirman, seorang petugas keamanan (security) Samsat Samarinda, menceritakan, api sudah membesar tepat saat ia baru tiba di tempat kerja untuk berganti shift.
“Saya baru tiba sekitar jam 19.00 WITA. Begitu saya memarkirkan sepeda motor, saya kaget melihat api sudah membesar di bagian ruang informasi dan pengaduan,” ungkapnya.
Menerima laporan darurat (Kode 65), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda langsung bergerak cepat menerjunkan armada ke lokasi kejadian.
Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi Disdamkarmat Kota Samarinda, Wisnu, S.T., menjelaskan, pengerahan pasukan dilakukan dari posko terdekat untuk meminimalisasi risiko perambatan api ke gedung utama lainnya.
“Laporan masuk sekitar pukul 18.55 WITA. Kami langsung menginstruksikan personel dari Posko 2 Jalan Wahid Hasyim untuk meluncur ke TKP dengan armada unit pemadam, dibantu oleh jajaran relawan dan PMK swakarsa kota Samarinda,” ujar Wisnu.
Proses pemadaman berlangsung tanpa kendala berarti. Semburan api berhasil dikendalikan dan dilokalisir dalam durasi kurang lebih 30 menit.
Kepala UPTD PPRD Wilayah Kota Samarinda, Indun Salbiah Ningsih, mengungkapkan, sebelum musibah kebakaran terjadi, operasional kantor memang sempat terganggu akibat kendala jaringan server serta fluktuasi arus listrik.
Fluktuasi listrik pemadaman listrik dari sore hingga malam hari disinyalir memicu ketidakstabilan voltase (jegleh). Gangguan server pelayanan tatap muka sejak siang hari sempat terhenti karena adanya tindakan pemeliharaan (maintenance) pada server pusat.
Penggunaan genset pihak Samsat mengonfirmasi bahwa saat jam operasional berakhir dan pegawai pulang, mesin generator set (genset) tidak dalam kondisi menyala.
“Kami belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya karena masih harus menunggu hasil penyelidikan pihak berwajib. Memang sejak siang tadi ada gangguan maintenance server dan pemadaman listrik yang membuat voltase naik-turun,” jelas Indun.
Meskipun bagian pelayanan pengaduan mengalami kerusakan cukup parah, Indun memastikan, pelayanan administrasi kendaraan bermotor (PKB dan BPKB) untuk masyarakat Samarinda tidak akan dihentikan total.
Guna mengantisipasi penumpukan antrean dan mengoptimalkan pembersihan area terdampak, pihak Samsat telah menyiapkan skema pelayanan darurat.
“Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Jika kondisi gedung besok pagi belum memungkinkan untuk dipergunakan, kami akan mengalihkan proses pelayanan menggunakan unit Bus Samsat Keliling yang ditempatkan di area halaman depan kantor,” tegasnya.
Saat ini, area terdampak telah dipasangi garis polisi (police line) oleh aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda guna kepentingan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta investigasi penyebab pasti munculnya titik api. (zul)
Editor: M Khaidir


