Hari Ketiga Operasi Patuh Mahakam 2026: Pelanggar Lawan Arus dan Tak Berhelm Masih Mendominasi

Busam ID
Petugas Satlantas dari Polresta Samarinda saat melakukan Operasi Patuh Mahakam 2026 di jalan Pahlawan, Samarinda. (foto by zulkarnain)

SAMARINDA, Busam.ID — Penerapan sistem lalu lintas satu arah (one way) di kawasan padat aktivitas Pasar Segiri, Jalan Perniagaan, Samarinda, tampaknya masih belum sepenuhnya dipatuhi masyarakat. Meski sosialisasi hingga penindakan intensif kerap dilakukan, sebagian pengendara sepeda motor masih nekat melanggar aturan dengan melawan arus hingga tidak mengenakan helm keselamatan. Hal itu mengemuka di hari ketiga pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2026, Rabu (28/10/2026).

Petugas menyisir sejumlah titik rawan di sekitar pusat perbelanjaan tradisional tersebut guna memantau tingkat kepatuhan pengguna jalan sekaligus menekan potensi angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Dalam razia yang digelar sejak pagi hari, pemandangan kucing-kucingan antara petugas dan pengendara tak terelakkan. Berbagai alasan klasik diutarakan para pelanggar ketika dihentikan oleh personel Satlantas di lapangan.

Salah satunya dialami oleh Didit, seorang pengendara sepeda motor yang terjaring razia karena tidak mengenakan helm pelindung kepala. Didit beralasan dirinya baru saja kembali dari rumah sakit dan terburu-buru hendak menuju rumahnya di daerah Lestari.

“Tidak, jadi ini saya pinjam helm dulu. Saya dari rumah sakit mau ke rumah di Lestari,” ujar Didit saat dimintai keterangan oleh petugas di lokasi razia.

Tak hanya Didit, banyak pengendara lain yang kedapatan nekat menerobos jalur berlawanan (contraflow). Sebagian besar berdalih hendak memotong jarak tempuh agar lebih cepat sampai ke tujuan di dalam kompleks Pasar Segiri.

Kanit Turwali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki, mengonfirmasi berkendara masyarakat di titik tersebut masih perlu terus ditingkatkan. Hanya dalam hitungan waktu singkat saat penyisiran dilakukan, belasan pengendara terpaksa dihentikan petugas.

“Ini baru di dekat Pasar Segiri, kita dapati ada sekitar 12 sampai 13 pengendara yang melakukan pelanggaran,” terang Marzuki di lokasi operasi.

Ismail memaparkan, mayoritas jenis pelanggaran yang mendominasi di lapangan adalah tindakan nekad melawan arah serta kelalaian tidak mengunci atau bahkan tidak memakai helm standar (SNI).

Untuk mengantisipasi celah pelanggaran lainnya, Satlantas Polresta Samarinda juga memperluas jangkauan pengawasan hingga ke kawasan belakang Jalan Belatuk. Area tersebut ditengarai kerap dijadikan jalur alternatif oleh pengendara nakal yang ingin menghindari kejaran petugas maupun rambu satu arah.

Kendati mendapati puluhan pelanggaran di titik rawan, pihak kepolisian menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2026 tetap mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan edukatif.

Bagi para pelanggar yang bersikap kooperatif, petugas berwenang memberikan teguran simpatik sembari memberikan edukasi pentingnya perlengkapan keselamatan di jalan raya.

Menutup keterangannya, Marzuki mengimbau seluruh lapisan warga Kota Samarinda untuk menjadikan ketertiban lalu lintas sebagai kebutuhan bersama, bukan sekadar respons karena adanya kehadiran polisi di jalan. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *