Pencuri Mesin Speedboat Berhasil Ditangkap, Polisi Dalami Kematian Tragis Sang Wakar

Busam ID
seorang penjaga malam (wakar) yang sehari-hari mengawasi kapal di kawasan tersebut, ditemukan meninggal dunia mengambang tak bernyawa, hanya berselang sehari setelah kapalnya dijarah. (foto by zulkarnain)

SAMARINDA, Busam.ID — Perairan Sungai Karang Mumus (SKM), Samarinda, mendadak gempar. Di tengah keberhasilan jajaran kepolisian membongkar sindikat pencurian perlengkapan kapal, sebuah tragedi kemanusiaan menyelimuti kasus ini. Zunaidi (55), seorang penjaga malam (wakar) yang sehari-hari mengawasi kapal di kawasan tersebut, ditemukan tewas mengambang tak bernyawa, hanya berselang sehari setelah kapalnya dijarah.

Aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda bersama Polsek Samarinda Kota bergerak cepat mengamankan pelaku pencurian berinisial DI (37).

Namun, teka-teki utama kini bergeser: Apakah ada kaitan langsung antara aksi pencurian tersebut dengan kematian sang wakar?
Insiden pencurian ini menimpa Speed Boat Bening Mahakam yang ditambatkan secara rutin di perairan SKM, tepatnya tidak jauh dari Jembatan 1, Jalan Tongkol, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, aksi kejahatan ini diperkirakan berlangsung antara Kamis (29/10/2026) malam hingga Jumat dini hari (30/10/2026), sekitar pukul 19.30 hingga 03.00 Wita.

Kedok pelaku mulai terkuak ketika motoris kapal mendatangi pangkalan pada Jumat pagi pukul 08.30 Wita. Setibanya di lokasi, saksi langsung curiga akibat aroma bahan bakar yang menyengat di udara. Setelah diperiksa secara mendetail:

Sekitar 100 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite raib dari tangki penyimpanan. 1 unit mesin hidrolik merek Yamaha di buritan kapal senilai kurang lebih Rp8 juta hilang digondol maling.
Sosok Zunaidi, sang penjaga kapal yang seharusnya berada di lokasi, tidak dapat ditemukan sama sekali.

Pemilik kapal bersama motoris lantas berinisiatif memeriksa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar dermaga. Dari rekaman visual tersebut, bayangan seorang pria berinisial DI muncul sebagai terduga kuat pelaku penjarahan.

Berbekal petunjuk rekaman CCTV dan laporan resmi pemilik kapal yang masuk pada Jumat siang, Unit Opsnal Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda langsung memburu pelaku.

Tak butuh waktu lama, persembunyian DI tercium. Pria berusia 37 tahun itu diringkus tanpa perlawanan di sebuah penginapan yang terletak di Jalan P Hidayatullah, Gang Bakti, Samarinda Kota, pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 Wita.

“Dari hasil pemeriksaan awal, DI mengakui melakukan pencurian satu unit hidrolik dan BBM jenis Pertalite sebanyak 80 liter di atas Speed Boat Bening Mahakam,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda, Ipda Adi Brata.

“Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti guna melengkapi berkas perkara, 1 unit mesin hidrolik speedboat milik korban, 1 buah kunci pas (alat yang diduga digunakan untuk membongkar komponen kapal), 1 unit telepon genggam milik tersangka,” jelasnya.

Akibat aksi nekat ini, total kerugian material yang diderita pemilik kapal ditaksir mencapai Rp11,5 juta. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, DI kini mendekam di sel tahanan Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda dan dijerat dengan Pasal 477 ayat 1 huruf e dan f KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

Di balik keberhasilan meringkus sang pencuri, atmosfer duka bercampur penasaran menyelimuti warga sekitar. Pasalnya, penangkapan DI beririsan langsung dengan penemuan jenazah Zunaidi.

Zunaidi ditemukan mengambang tak bernyawa di perairan SKM pada Sabtu (31/10/2026) sore—hari yang sama ketika kasus pencurian mulai diselidiki secara intensif. Mengingat korban sehari-hari bekerja sebagai wakar di titik kapal yang disatroni pelaku, publik menduga kematian korban berkaitan erat dengan peristiwa malam jahanam tersebut.

Kendati demikian, pihak kepolisian bersikap profesional dan enggan berspekulasi sebelum mengantongi bukti medis maupun forensik yang valid. Penyelidikan mendalam terkait sebab-sebab kematian Zunaidi masih terus bergulir di bawah koridor hukum.

“Untuk yang terkait tewasnya Zunaidi masih dalam penyelidikan. Nanti kalau sudah ada perkembangan akan kami informasikan,” tegas Adi Brata menutup keterangan. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *