Global  

Soal Tingginya Kasus Perceraian di Samarinda, Komisi IV : Ada Faktor Ekonomi yang Dominan

BusamID
Seri Puji Astuti, Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda. Foto: Istimewa

Samarinda, Busam.tv – Menyikapi persoalan jumlah janda dan duda di Samarinda yang meningkat, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda sebut faktor ekonomi yang menjadi dominan penyebabnya.

Sebelumnya diketahui kasus perceraian di Samarinda mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Samarinda, tercatat ada 1.542 janda dan duda akibat retaknya rumah tangga.

Hal itu menuai tanggapan dari Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. Dia mengatakan, tingginya perceraian itu disebabkan oleh banyak faktor baik dari segi ekonomi, sosial dan juga tingkat pendidikan.

“Kalau bagi saya, ada beberapa hal. Baik itu ekonomi, sosial dan tingkat pendidikan. Apalagi disituasi kita masih dilanda pandemi, tentu ekonomi lebih utama,” ungkapnya.

Ilustrasi Perceraian. Foto: Kumparan.com

Ia melanjutkan dari kasus perceraian yang terjadi hampir semua dimulai karena permintaan pihak perempuan. Karena menurutnya, sejauh ini banyak perempuan-perempuan yang lebih produktif sehingga tidak bergantung pada laki-laki.

“Sekarang yang saya lihat kan perempuan yang lebih banyak ajukan perceraian. Karena saya lihat perempuan-perempuan sekarang lebih produktif jadi seakan mereka merasa semua bisa mereka lakukan,” pungkasnya.

Ia pun menyebutkan dispensasi nikah dari Pengadilan Agama itu dimaksudkan untuk menyelamatkan anak yang belum memasuki usia yang cukup untuk menikah walaupun trend perceraian dari anak-anak dibawah umur pun tinggi.

“Kalau dispen nikah itu sebetulnya dari Pengadilan Agama untuk menyelamatkan anak-anak ini, yang memang belum cukup umur untuk menikah,” pungkasnya.

Disisi lain, Politisi Fraksi Demokrat ini pun menambahkan hal yang mendasari kasus perceraian anak-anak di bawah umur karena minimnya pengetahuan, dan kurangnya pendidikan serta pengawasan dari orang tua.

“Nah kalau anak-anak di bawah umur itu kan dilain sisi minimnya pendidikan, pengawasan yang kurang dari orang tua jadi jadi penyebab,” tutupnya.(*)(Kaka Nong/Tw)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *