Samarinda, Busam.Id – Meski sudah digelontor dana sampai Rp 366 milyar, perbaikan jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar) menuju Kutai Barat (Kubar) nampak jalan di tempat. Terbukti keadaan jalan poros tersebut saat ini masih rusak parah.
Kondisi jalan yang menjadi akses darat satu-satunya Kukar-Kubar itu, mengalami kerusakan hampir di sepanjang jalurnya, terutama pada poros jalur menuju Kubar dan Mahakam Ulu (Mahulu). Selain beberapa ruas jalan yang hampir longsor, lubang menganga pun terlihat di setiap titiknya.
Kondisi jalan demikian yang sangat membahayakan pengendara, dikomentari anggota DPRD Kaltim Komisi III Ekti Imanuel. Terbilang sering melintas poros tersebut untuk bermacam kegiatannya, Ekti mengeluhkan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan tersebut. Padahal setahu Ekti, perbaikan jalan poros Kukar-Kubar itu sudah digelontor dana Rp 366 milyar oleh pemerintah.
Menurut Ekti kondisi jalan rusak dan berlubang itu sudah berlangsung 2 tahun, sehingga sangat dikeluhkan masyarakat. Karena menyebabkan jarak tempuh dari Samarinda menuju Kubar yang normalnya hanya 7 jam, menjadi paling cepat 10 jam. Terutama jalur dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menuju Kubar.
Anggota Dewan Kaltim dari dapil Kubar dan Mahulu ini menyebutkan, anggaran senilai Rp366 miliar yang digelontorkan untuk perbaikan jalur tersebut, bersumber dari APBN di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Kaltim.
Diketahui, ada tiga kontraktor yang bertanggungjawab atas perbaikan jalur tersebut dengan jenis pekerjaan preservasi jalan. Proyek tersebut termasuk dalam Multi Years Contract (MYC) yang anggarannya dikucurkan dalam beberapa tahapan, dari kurun 2020 hingga 2022.
Segmen Jalan Sp Blusuh – Sp.3 Damai – Barong Tongkok – Mentiwan (Sendawar) dikerjakan oleh PT Perancir Nur dengan konsultannya PT Jasa Tehnik Mandiri. Dengan nilai kontrak Rp16.445.198.000, dibagi dalam APBD Tahun Anggaran (TA) 2020 sebesar Rp.8.097.688 dan APBD TA 2021 Rp9.347.510.000.
Sementara segmen Jalan Gusig – Sp Blusuh, dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) dengan nilai kontrak Rp160.727.668.000. Dilaksanakan selama 821 hari dan masa pemeliharaan selama 365 hari. Tanggal kontrak terhitung 30 September 2020.
Kemudian, untuk segmen Jalan Sp Blusuh – Batas Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Kubar dikerjakan dengan nilai proyek Rp189.829.276.000. Dengan waktu pelaksanaan selama 807 hari dan waktu pemeliharaan 365 hari. Sayangnya media ini belum memperoleh data terkait kontraktor yang bertanggungjawab atas proyek tersebut.
Ekti sendiri yang acap juga merasa terganggu kondisi jalan, akan menindaklanjuti keadaan tersebut dengan membangun komunikasi dan koordinasi ke Pemprov Kaltim maupun lembaga terkait dari pemerintah pusat, yang bertanggungjawab atas perbaikan jalan Kubar-Mahulu.
“Saya hampir setiap bulan mudik ke Kubar. Kegiatan kedewanan juga melintasi jalan itu. Baik reses, sosper, kunjungan dapil, maupun kunjungan kedewanan lainnya. Karena sudah dua tahun kondisi jalannya parah hingga meresahkan warga, saya dan teman-teman dewan lainnya akan mendesak perbaikan jalan poros Kukar-Kubar itu dapat segera dirampungkan. Supaya masyarakat bisa merasakan jalan bagus dan menikmati hasil pembangunan yang sebenarnya,” pungkas pria kelahiran 1977 itu optimis. (aji/an)








