Samarinda, Busam.ID – Banyak hal menarik ketika sekian pihak dilibatkan dalam satu acara kumpul-kumpul yang dikemas sersan alias serius tapi santai. Seperti dalam kegiatan yang diinisiasi wartawan senior Ucok alias Charles Siahaan, Rusdi Banjar dan lain-lain, dalam kemasan apik Outlook Pers Kaltim 2022 di Ballroom Swiss Belhotel Jl Mulawarman Samarinda Sabtu (8/1/22) siang.
Di tengah pembahasan mengulik permasalahan dunia jurnalistik masa kini, salah seorang peserta Fajar dari utusan akademisi, menyebut media sekarang cenderung manja dengan adanya fasilitas porsi APBD. Meski tidak banyak, namun porsi APBD seluruh Kaltim yang dialokasikan Pemda dengan nilai kurang lebih Rp3 M, menurut Fajar cenderung jadi momok bagi media untuk mandiri.
“Menurut saya media yang sehat tidak selayaknya ‘menyusu’ atau bergantung terus pada APBD. Cukup 5 tahun saya kira, media itu harus bisa mandiri dengan beritanya,” tandas Fajar yang juga dikenal jurnalis pemerhati anggaran daerah ini.

Pernyataan Fajar itu tidak langsung direspon kalangan jurnalis lainnya. Namun pada sesi Wartawan Legend Bedapatan di lokasi yang sama malam harinya, mantan Walikota Balikpapan Rizal Efendi membantah hal tersebut. Menurut Rizal yang sebelum terjun ke dunia politik dikenal Pimred Kaltim Post, pemerintah perlu media untuk menyukseskan agendanya. Tanpa penyiaran, maka sulit mencapai efektivitas kinerja terutama yang menyasar publik.
“Saya kira semua segmen di pemerintahan perlu kerjasama media dalam penyiaran program-programnya. Jadi antara media dengan lembaga pemerintahan sebenarnya saling memerlukan. Contoh pada masa pandemi, pemerintah akan kesulitan mengkondisikan masyarakat agar menghindari kerumunan jika tidak bekerjasama dengan media,” ungkap Rizal.

Maka dari itu imbuh Rizal, konsekuensi logis jika media menerima porsi APBD karena andilnya turut menyukseskan kinerja pemerintah. Ditegaskan Rizal, lantaran membantu penyiaran kinerja pemerintah itu, media tidak bisa disebut ‘menyusu’ atau bergantung APBD. Karena keadaan tersebut sejatinya adalah simbiosis mutualisme atau saling ketergantungan. (tw/an)








