Kaltim  

Smart Campus Uniba Dukung Smart City Nusantara

BusamID
Tekto : Pencet tombol digital tanda dimulainya era kampus digital di Uniba. (Foto Ani)

Hetifah : IKN Media Pemajuan Budaya Siap Kami Fasilitasi

BusamID – Pembangunan Kota Nusantara sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru yang berkonsep smart city, disambut banyak pihak di Kaltim terutama kawasan pendukung dengan upaya berbenah. Salah satunya lembaga pendidikan swasta di Kota Minyak yakni Universitas Balikpapan (Uniba), yang sejak 2019 lalu terus merintis menjadi smart campus.

Mendapat bantuan dan dukungan media digital, Jumat 4 Maret 2022 lalu, Kampus Oranye di Jl Pupuk Raya Balikpapan melakukan Launching Smart Kampus dan On Air Podcast Uniba. Saat itu sekaligus dilakukan serah terima sarana Program Digitalisasi Kompetisi Kampus Merdeka Afirmasi 2021 oleh anggota DPR RI Dapil Kaltim Hetifah Sjaifudian.

Rektor Uniba Isradi Zainal menjelaskan, upaya Uniba untuk menjadi Kampus Digital (Smart Campus) sudah dimulai sejak 2019. Namun baru terwujud setelah mendapat dukungan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. Komisi X DPR RI adalah alat kelengkapan dewan yang membidangi pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi, parekraf, pemuda dan olahraga serta perpustaaan nasional.

Sementara Ketua Dewan Pembina Yapenti-DWK Uniba Rendi Susiswo Ismail, dalam sambutan acara yang dihadiri Ketua Pengurus Yapenti, seluruh Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, KPS serta diikuti secara online oleh Dosen di lingkungan Uniba itu, menyebut jika problem terbesar dalam pengembangan kampus yang beslogan Unggul, Mandiri dan Berbudaya tersebut, adalah pada sisi ketersediaan staf pengajar berstrata Doktor yang masih kurang.

“Kami terus terang Bunda Hetifah, pengembangan Uniba sebagai kampus terbaik di Kaltim bagian selatan ini, terkendala dengan SDM di mana ketersediaan staf pengajar Doktor kami yang masih kurang,” ungkap Rendi.

Sebagaimana diketahui pemerintah menelurkan Program Kompetisi Kampus Merdeka Afirmasi Tahun 2021 dengan total nominal Rp47 M, yang disebarkan ke seluruh Indonesia dengan persyaratan tertentu. Uniba mendapatkan bantuan Rp1 M dalam bentuk Peralatan TIK pendukung Smart Classroom, terdiri 3 unit TV interaktif Huawei Ideahub Pro 86 Inch serta 4-5 laptop untuk masing-masing program studi. Uniba saat ini memiliki 14 Program Studi.

Langkah Uniba menjadi smart campus diapreasiasi oleh Hetifah. Dalam sambutannya Waketum DPP Partai Golkar itu, optimis jika status Uniba saat ini sebagai smart campus dapat mendukung pembangunan IKN sebagai smart city.

Dalam diskusi virtual di Rapat Kerja Wilayah II Ikatan Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia (ILMIBSI) yang dilaksanakan Jumat (11/3/2022) kemarin, Hetifah menilai IKN akan menjadi melting point bagi pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia, yang dapat mendukung kemajuan IKN. Uniba sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang menampung 1000 lebih mahasiswa, berkesempatan luas dapat turut berkiprah dalam proses pembangunan IKN maupun operasional Kota Nusantara kelak, melalui SDM yang dihasilkannya kelak.

“Sebagai anggota DPR RI yang mewakili Kalimantan Timur dan berada di Komisi X, kami berkewajiban memfasilitasi upaya peningkatan kualitas pendidikan, kebudayaan dan kepemudaan di Kaltim. Berada di Komisi Peradaban, saya berharap dapat mendukung pembangunan SDM di IKN, dimana tentunya membutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak, terutama organisasi kepemudaan dan organisasi kemahasiswaan,” papar Hetifah.

Forum Diskusi Nasional yang dilaksanakan di Kampus Uniba dan virtual dengan beberapa narasumber, membahas peran mahasiswa dan pemuda terutama yang terhimpun dalam Ilmu Budaya dan Sastra, dalam melihat potensi pembangunan IKN dari sisi SDM dan masyarakatnya.

Unsur pimpinan Uniba sendiri mewanti-wanti agar pemerintah baik di pusat maupun daerah, tidak sampai lalai mempersiapkan masyarakatnya menyambut kehadiran IKN. Masyarakat juga ditekankan harus mengantisipasi, agar pembangunan IKN tidak sampai memarjinalisasi warga adat.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa dan pemuda melalui Forum Diskusi Nasional tersebut, Hetifah menanggapi jika keinginan yang disampaikan para pemuda ILMIBSI itu bisa menjadi media untuk merumuskan langkah-langkah perlindungan, pengembangan, pembinaan, hingga pemanfaatan kebudayaan untuk meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya, khususnya budaya daerah di Kalimantan Timur untuk membangun IKN.

“IKN diharapkan dapat menjadi media pemajuan kebudayaan sesuai dengan amanat Undang-Undang No 5 tahun 2017. Dengan berkolaborasi dan komunikasi aktif, kami di dewan siap fasilitasi,” tandas Hetifah. (an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *