Balikpapan, Busam.ID – BPJS Kesehatan Kota Balikpapan mencatat ada sebanyak 184 ribu peserta BPJS kesehatan mandiri beralih ke peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah alias Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Sugiyanto mengatakan, adanya peralihan kepesertaan BPJS kesehatan mandiri ke PBI.
Dikatakannya, pada tahun 2021 lalu, data PBI di Kota Balikpapan tercatat mencapai 130 ribu peserta.
Namun awal Januari 2022, jumlahnya mengalami kenaikan mencapai 160 ribu peserta. Dan saat ini terus mengalami kenaikan dan telah mencapai 184 ribu peserta.
Peralihan kepesertaan BPJS kesehatan mandiri ke PBI kemungkinan disebabkan adanya peserta yang turun kelas dan ada juga pegawai perusahaan sudah tidak bekerja atau resign.
Sehingga tidak memiliki pekerjaaan dan penghasilan, sehingga dijamin oleh Pemerintah Kota Balikpapan melalui program bantuan iuran BPJS Kesehatan gratis.
“Sebenarnya kalau masalah tarif peserta mandiri dan PBI itu, sama saja, yakni Rp42 ribu. Tapi kalau peserta mandiri itu disubsidi oleh pemerintah pusat dan daerah, sehingga mereka hanya membayar Rp35 ribu saja.
Kalau PBI itu, dipotong dari pemerintah pusat Rp4.200 jadi yang harus dibayar pemerintah daerah itu Rp37.800,” terangnya, Minggu (25/9/2022).
Menurutnya, untuk menjadi peserta BPJS kesehatan yang ditanggung pemerintah atau PBI, murni kewenangan pemerintah daerah, sedangkan untuk menjadi peserta PBI ada syaratnya.
Terkait mekanisme, Sugiyanto menjelaskan, bahwa ada beberapa prosedur yang harus dilakukan untuk memenuhi ketentuan dari Dinas Sosial (Dinsos).
Pertama, peserta melaporkan data diri dan anggota keluarganya ke Kelurahan dengan membawa Data Kependudukan (KTP dan Kartu Keluarga) untuk disampaikan ke Dinas Sosial.
Kedua, Dinsos akan melakukan verifikasi dan validasi data untuk memastikan peserta telah memenuhi kriteria. Setelah semua selesai baru akan dilaporkan ke pihak BPJS kesehatan.
“Jadi setelah semua mekanisme selesai, BPJS akan melakukan proses, dan setelah selesai peserta PBI sudah bisa aktif,” pungkasnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID








