Polisi Nyambi Ternak Lele, Aipda Solik Bina Anak Putus Sekolah Bisa Belajar Kembali

Busam ID
Aipda Solik saat memberikan pelajaran kepada anak didiknya di Mako Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda. Ft. Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Aipda Solik, seorang petugas kepolisian di Polsek Pelabuhan Samarinda Jalan Yos Sudarso Samarinda, kesehariannya selain berdinas sebagai abdi negara, juga nyambi beternak lele.

Aipda Solik saat memanen ternak lelenya dan dijual kepada tengkulak pasar tradisional. Ft. Zulkarnain

Dari hasil usahanya beternak lele itu, Aipda Solik bisa membantu anak-anak putus sekolah dengan cara menyiapkan sarana dan prasarana proses belajarnya

Pria kelahiran Samarinda 22 Februari 1984 silam, ini merupakan putra pertama pasangan Yanto dan Taslimah.

Alumni SMK Jurusan Mesin Produksi di Jalan Abdul Wahab Syahrani, sepintas terlihat biasa saja, seperti figur polisi umumnya.

Tidak nampak profilnya sebagai seorang pengusaha. Siapa sangka, Aipda Solik turut andil mengentaskan sejumlah anak putus sekolah dapat kembali melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang lebih tinggi.

Menurut Solik diwawancarai media ini Sabtu (12/02/23), dia sudah 5 tahun membina anak-anak putus sekolah juga belum sekolah yang kurang mampu, dengan cara memberikan bantuan ATK hingga membantu proses belajarnya secara langsung.

Di sela-sela tugasnya, Solik menyempatkan diri memberikan pelajaran tambahan bagi anak-anak buruh panggul dan penjual asongan di sekitar kawasan Pelabuhan Samarinda.

“Pelajaran yang saya berikan mulai dari berhitung, membaca dan juga mengaji,” terang Solik yang baru naik pangkat Aipda Januari 2023 kemarin.

Sebelum Covid 19 mewabah di Samarinda, Solik mengaku mengajari anak sampai 15 orang, dari usia 3 tahun hingga 13 tahun.

“Dulu sebelum Covid 19, saya mengajari mereka setiap hari Rabu dan Kamis, dari yang umur 3 tahun hingga 13 tahun. Dan sempat vakum 2 tahun karena Covid, sekarang sebagian anak sudah ada yang bersekolah dan bekerja, jadi tinggal 5 anak saja yang belum bersekolah masih saya ajari,” terangnya.

Untuk peralatan belajar mengajar, Solik mengaku merogoh kocek sendiri juga mendapat bantuan dari orang yang tidak mau disebutkan namanya.

“Karena diupload di media sosial, saya dapat bantuan alat tulis kantor (ATK) dari seseorang yang tidak mau disebutkan namanya. Kemudian baru-baru ini saya juga ditelpon orang yang mau ngasih ATK, namun saya tolak karena tersisa 5 anak aja yang belajar. Sedangkan yang lainnya sudah bersekolah dan yang usia 17 tahun bekerja menjadi buruh di pelabuhan,” jelasnya.

Selain berdinas di kepolisian sembari mengajar anak putus sekolah dan belum sekolah, di waktu luangnya sulung dari tiga bersaudara ini juga mengembangkan ternak lele di kolam kecil dekat rumahnya di Jl Telkom Kecamatan Sambutan.

Hasil ternaknya dia pasarkan ke tengkulak lele di pasar-pasar tradisional Samarinda dan sekitarnya. Menurut Solik, kebutuhan lele di Samarinda terbilang tinggi, sehingga pasar ikan berkumis ini terbuka luas.

Saat ini Solik telah memiliki 4 kolam budidaya ikan lele, yang biasanya dipanen setiap 3 bulan sekali.

“Alhamdulillah mas, sekarang di sini saya sudah bisa buka 4 kolam ikan lele, ya meski hasilnya tidak terlalu banyak, tetapi cukuplah untuk menutupi kebutuhan keluarga,” ungkap Solik.

Dari hasil ternak lelenya, Solik dapat membantu sekitar lokasi dinasnya, dengan mengajari anak-anak putus sekolah dan belum sekolah kemampuan dasar membaca, berhitung dan mengaji.

Ia pun berharap suatu saat nanti bisa mendirikan sekolah gratis bagi anak-anak yang kurang mampu, agar seluruh generasi muda khususnya anak usia sekolah bisa mendapatkan ilmu dan pendidikan yang layak.

“Iya kalau harapan saya sih semoga aja suatu saat bisa mendirikan sekolah gratis untuk anak-anak kurang mampu, agar seluruh anak-anak di sini bisa mendapatkan ilmu dan pendidikan yang layak,” harap Solik.

Aksi mulianya itu pun mendapat sambutan positif dari atasannya tempat ia mengabdi sebagai anggota polisi.

Kanit Sabhara Polsek Pelabuhan Samarinda, Iptu Donovan mengatakan aksi yang dilakukan oleh Aipda Solik itu dinilai cukup positif, karena di tengah kesibukannya sebagai seorang anggota kepolisian, Aipda Solik berusaha membantu sekitarnya apa yang bisa dia berikan.

“Menurut saya apa yang dilakukan oleh Aipda Solik itu cukup mulia, karena di tengah kesibukannya sebagai anggota Polri, ia tetap gigih memberikan pelajaran tambahan bagi anak-anak kurang mampu di kawasan Pelabuhan Samarinda,” komentar Iptu Donovan.

Ia berharap ada lebih banyak personil Polri yang melakukan tindakan mulia tanpa pamrih seperti yang telah dilakukan oleh Aipda Solik. (zul)

Editor : Risa Busam.ID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *