Balikpapan, Busam.ID – PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan hingga saat ini masih melakukan kajian terhadap rencana relokasi Depo bahan bakar minyak (BBM) di Samarinda.
Area Manager Comm, Relations & CSR Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Arya Yusa Dwicandra mengatakan, pusat telah melakukan kajian terkait Depo BBM di Samarinda tersebut.
“Sebelum kejadian Plumpang, dari pusat sudah ada kajian,” katanya kepada wartawan, Kamis (9/3/2023).
Arya menjelaskan, pihaknya memang berencana membangun TBBM baru di daerah Palaran. Pusat sudah melakukan kajian, namun karena kondisi Covid-19 memaksa beberapa proses harus tertunda.
“Namun saat ini sedang dilakukan perpanjangan sertifikat dan menunggu proses lebih lanjut,” katanya.
Selain itu, apakah akan relokasi kesana? Dikatakannya, semuanya masih akan menunggu keputusan dari pusat. Pada dasarnya pihaknya sebagai pelaksana siap dengan arahan yang sudah ditetapkan.
“Saat ini telah tersedia lahan di Palaran. Sertifikat sudah ada, namun sedang proses untuk update. Namun dikarenakan proses membutuhkan waktu maka tentunya kita berpegang pada proses tersebut. sebagai contoh proses pemindahan depot BBM Tegal dari lokasi lama ke baru membutuhkan waktu 5-6 tahun,” jelasnya.
Lebih lanjut disebutkannya, kondisi Depo di Samarinda berbeda dengan Plumpang. Di sekitar pemukiman tidak ada pipa untuk minyak. Jadi jalur minyak hanya ke arah sungai. Area tangki juga diberikan safety.
Ia menjelaskan, Depo BBM di Samarinda sudah ada sejak 1949. Hingga kini, Depo tersebut melayani BBM untuk 9 kota/kabupaten yaitu Samarinda, Kukar, Balikpapan, Kutim, Kubar, Bontang,, Mahakam Hulu, Malinau (Kaltara), dan Bulungan (Kaltara).Terkait pengembangan lingkungan di luar area Depo BBM bukan wewenang pihaknya.
“Yang jelas tanah Depot itu sudah ada sejak dulu. Dan semakin kesini memang berkembang pemukiman warga. Terkait hal itu bisa ditanyakan pemerintah setempat,” jelasnya.
Ia menambahkan, idealnya, jarak buffer zone kurang lebih minimal 50 meter.
“Di depot BBM itu, kami juga rutin maintenance setiap tahunnya, termasuk tank cleaning dan pemutakhiran sistem. Kemudian, melakukan edukasi ke warga termasuk membentuk tim relawan dan melakukan pelatihan APAR,” ungkapnya.
“Perwakilan kami disana juga sering berkomunikasi dengan warga sekitar depot,” pungkasnya. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir








